Panen IP 200 Capai 5,6 Ton, Banyuasin Perkuat Ketahanan Pangan

  • 20 Agt 2026 08:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Banyuasin berhasil menyelenggarakan panen raya padi dengan sistem Indeks Pertanaman (IP) 200 di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Hasil panen mencapai 5,6 ton gabah per hektare dengan menggunakan pola IP 200 yang memungkinkan lahan ditanami dan dipanen dua kali dalam setahun.
  • Bupati Banyuasin Askolani turun langsung ke areal persawahan untuk mendampingi pelaksanaan panen raya sebagai wujud komitmen pemerintah daerah meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

RRI.CO.ID, Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar panen raya padi Indeks Pertanaman (IP) 200 di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Selasa, 18 Agustus 2026. Panen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Panen raya dihadiri Bupati Banyuasin, Askolani yang turun langsung ke areal persawahan bersama petani. Hasil panen kali ini mencapai sekitar 5,6 ton gabah per hektare, dengan pola IP 200 yang memungkinkan lahan ditanami dan dipanen dua kali dalam setahun.

Askolani mengatakan peningkatan produktivitas sawah perlu didukung pengelolaan lahan dan infrastruktur pertanian yang memadai. Program Optimasi Lahan atau Oplah terus didorong melalui pembangunan tanggul serta jaringan irigasi untuk mendukung pengelolaan sawah secara optimal.

"Alhamdulillah, hasilnya sudah maksimal, mencapai 5,6 ton per hektare," ujar Askolani.

Menurutnya, potensi produksi akan semakin besar apabila seluruh lahan pertanian di Banyuasin mendapat dukungan Oplah, tanggul, dan jaringan irigasi yang baik. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan frekuensi tanam sekaligus hasil produksi petani.

Bupati menambahkan, kunjungan ke areal persawahan tidak hanya dilakukan untuk mengikuti panen raya. Pemerintah daerah juga ingin melihat kondisi lahan secara langsung dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi petani.

"Saya ingin melihat dan mendengarkan langsung apa yang dirasakan petani," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin turut menyerahkan bantuan berupa benih cabai dan herbisida kepada kelompok tani di Desa Merah Mata. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pertanian dan mendukung keberlanjutan usaha para petani.

Hingga semester II 2026, produksi gabah Banyuasin tercatat mencapai 1.216.162 ton gabah kering giling atau GKG. Capaian tersebut telah melampaui produksi tahun sebelumnya dan menjadi modal bagi Banyuasin untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama nasional.

Sementara itu, salah seorang petani, Naryo, berharap pemerintah dapat meningkatkan dukungan terhadap sistem pengairan sawah, khususnya melalui pembangunan pintu irigasi primer dan reguler. Menurutnya, ketersediaan pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan dan mendukung penerapan IP 200.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....