KUD Sejahtera Muba Resmikan Pabrik Sawit Mandiri
- 13 Agt 2026 15:54 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik KUD Sejahtera mulai beroperasi di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin pada 12 Agustus 2026, menandai pergeseran kekuatan industri dari korporasi besar ke petani swadaya.
- Petani swadaya kini mampu menguasai seluruh rantai industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir, meningkatkan posisi tawar mereka yang sebelumnya sangat lemah.
- Gebrakan ini merupakan bukti konkret bahwa petani independen di pelosok Sumatera Selatan mampu mendominasi sektor pengolahan kelapa sawit yang strategis secara ekonomi.
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin – Dominasi korporasi besar dalam industri pengolahan kelapa sawit perlahan mulai tergoyang dari kawasan pelosok Sumatera Selatan. Petani swadaya yang selama ini kerap berada di posisi tawar paling lemah kini membuktikan diri mampu menjadi pemilik utama rantai industri dari hulu ke hilir.
Gebrakan tersebut ditandai dengan beroperasinya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik KUD Sejahtera di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu, 12 Agustus 2026.
Langkah berani koperasi petani ini mendapat sorotan luas dari jajaran pejabat tinggi negara. Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono, hadir langsung meninjau fasilitas pabrik CPO tersebut bersama Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Gubernur Sumsel Herman Deru, hingga Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri.
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Panel Barus, menegaskan bahwa keberadaan pabrik ini merupakan lompatan besar bagi ekosistem pertanian rakyat.
"Pabrik ini menjadi bukti koperasi mampu menjadi pelaku utama hilirisasi sawit nasional sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pemilik usaha," tegas Panel Barus di sela-sela peninjauan fasilitas pabrik.
Penguasaan rantai olah hasil panen ini dinilai bakal memangkas ketergantungan petani pada rantai tengkulak yang kerap memainkan harga Tandan Buah Segar (TBS). Dengan mengolah hasil panen sendiri menjadi Crude Palm Oil (CPO), nilai tambah ekonomi langsung berputar di kantong para anggota koperasi.
Apresiasi senada datang dari Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri. Ia melihat langkah KUD Sejahtera bukan sekadar capaian bisnis, melainkan model ketahanan ekonomi daerah yang patut direplikasi.
"Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadi contoh keberhasilan koperasi dalam mendukung program hilirisasi nasional," kata Kolonel Inf Andi Gus Wulandri.
Keberhasilan KUD Sejahtera di Babat Toman ini rupanya mulai memicu gelombang baru di tingkat nasional. Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono mengungkapkan bahwa pola mandiri berbasis KUD ini kini dilirik oleh puluhan daerah lain.
"Keberhasilan KUD Sejahtera membangun pabrik CPO ini menjadi contoh bagi koperasi lain di Indonesia. Saat ini sudah ada sekitar 20 koperasi yang berminat membangun pabrik serupa untuk mendukung hilirisasi sawit nasional," ungkap Ferry.
Melengkapi momentum bersejarah tersebut, peresmian juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi RI dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk memastikan tata kelola operasional dan pemasaran hasil olahan sawit rakyat berjalan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....