Pemkot Pagar Alam Siapkan 10 Hektare Lahan untuk Bawang Putih
- 10 Agt 2026 16:21 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemkot Pagar Alam telah menyiapkan 10 hektare lahan khusus untuk penanaman bawang putih di kawasan Perkantoran Pemkot Gunung Gare.
- Inisiatif penanaman bawang putih merupakan bentuk dukungan pemerintah kota terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada dan kemandirian pangan nasional.
- Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah melakukan peninjauan langsung bersama Kapolres, kepala OPD, dan kelompok tani pada Minggu 9 Agustus 2026 untuk memantau persiapan lahan penanaman.
RRI.CO.ID, Pagar Alam - Pemerintah Kota Pagar Alam menyiapkan 10 hektare lahan untuk pengembangan komoditas bawang putih di kawasan Gunung Gare. Program tersebut mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan nasional.
Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah meninjau langsung persiapan lahan bersama Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro. Peninjauan berlangsung bersama kepala OPD dan kelompok tani di kawasan Perkantoran Pemkot Pagar Alam, Gunung Gare, Minggu, 9 Agustus 2026.
Pemerintah menjadwalkan penanaman perdana bawang putih pada Rabu, 19 Agustus 2026. Penanaman tersebut akan berlangsung serentak di berbagai daerah sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Ludi Oliansyah mengatakan, pengembangan bawang putih menjadi peluang besar bagi masyarakat Kota Pagar Alam. Menurutnya, kondisi geografis dan ketinggian wilayah Pagar Alam sangat mendukung budidaya komoditas tersebut.
"Hari ini kita melakukan persiapan untuk penanaman bawang putih yang merupakan bagian dari Asta Cita Bapak Presiden melalui Polri," ujar Ludi.
Ludi menjelaskan, Pagar Alam memiliki keunggulan berupa kondisi geografis yang sesuai untuk pertumbuhan bawang putih. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan komoditas pangan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
"Bawang putih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di Indonesia. Kita memiliki banyak keuntungan, yang pertama adalah ketinggian," tuturnya.
Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan bawang putih berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi melalui pengelolaan lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Ludi menyebut, satu hektare lahan dapat menghasilkan sekitar 15 ton bawang putih dengan pengelolaan yang baik. Potensi tersebut menunjukkan peluang ekonomi yang cukup besar bagi petani yang terlibat dalam program tersebut.
"Kalau kita tanam satu hektare dengan modal satu ton bibit, dengan pengelolaan yang baik bisa menghasilkan sekitar 15 ton," katanya.
Pada tahap awal, Pemkot Pagar Alam menargetkan sedikitnya 10 hektare lahan untuk budidaya bawang putih. Kelompok tani akan mengelola lahan tersebut, sedangkan pemerintah bersama Polres Pagar Alam memberikan pembinaan dan pendampingan.
"Minimal lahannya 10 hektare dan yang menggarap dan mengelola adalah petani. Pemerintah Kota bersama Polres Pagar Alam menjadi pembina," ujar Ludi.
Pemerintah Kota Pagar Alam berharap program tersebut berjalan optimal dan menghasilkan produksi bawang putih yang berkelanjutan. Keberhasilan program diharapkan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....