Program Punjangga Angkat Kesejahteraan Petani PALI

  • 11 Jun 2026 17:38 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, PALI - Pertanian organik mengubah kehidupan petani Talang Ubi Utara yang sebelumnya terjebak dalam biaya produksi tinggi dan hasil panen rendah. Perubahan tersebut terjadi setelah mereka mengikuti Program Punjangga yang dijalankan Pertamina EP Pendopo Field.

Program Punjangga dikembangkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu penerima manfaatnya adalah Sutarni bersama anggota Kelompok Tani Rejomulyo dan Kelompok Wanita Tani Rosela.

Sebelum mengikuti program, Sutarni menghadapi berbagai kesulitan dalam mengelola lahan pertanian. Serangan jamur dan ulat grayak berulang kali menyebabkan hasil panen menurun.

Kondisi tersebut membuat biaya produksi terus meningkat dari waktu ke waktu. Sutarni bahkan harus berutang untuk membeli pupuk dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Menurut Sutarni, keuntungan bertani saat itu sangat terbatas karena harga jual beras rendah. Pendapatan petani rata-rata hanya sekitar Rp2,5 juta setiap bulan.

"Dulu hasil panen tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja sering tidak cukup," ujarnya. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat banyak petani kesulitan berkembang.

Harapan mulai muncul ketika Pertamina EP Pendopo Field memperkenalkan Program Punjangga pada 2021. Program tersebut mengajarkan teknik pertanian organik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Petani mendapat pelatihan membuat pupuk organik dari jerami dan kotoran ternak. Mereka juga mempelajari cara mengendalikan hama menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh.

Selain pelatihan, perusahaan memberikan pendampingan serta bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani. Dukungan tersebut membantu petani menerapkan sistem budidaya yang lebih berkelanjutan.

Perubahan kemudian terlihat pada produktivitas lahan yang terus meningkat setiap musim tanam. Kebutuhan benih turun drastis, sementara hasil panen naik dari 2,5 ton menjadi 4,5 ton per hektare.

Kualitas beras yang dihasilkan juga mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Harga jual beras bahkan mencapai Rp20 ribu per kilogram di tingkat pasar.

Peningkatan produksi berdampak langsung pada pendapatan petani di Talang Ubi Utara. Rata-rata penghasilan mereka kini mencapai sekitar Rp8 juta setiap bulan.

"Sekarang produksi beras meningkat berkat pertanian organik dan kami para petani bisa hidup lebih layak," ujarnya. Ia mengatakan keluarganya tidak lagi terbebani utang pupuk dan kebutuhan dasar.

Keberhasilan tersebut mendorong Sutarni mendirikan Kelompok Wanita Tani Rosela pada 2024. Kelompok tersebut mengembangkan tanaman herbal dan produk olahan untuk menambah pendapatan anggota.

Manager Community Involvement and Development PHR Zona 4 Iwan Ridwan Faizal menilai program tersebut memberi dampak berkelanjutan. "PHR Zona 4 ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi bisa tumbuh bersama seiring kehadiran perusahaan," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....