Disbudpar Sumsel Gelar Pelatihan Talenta Seni Budaya

  • 04 Jun 2026 23:19 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan resmi memulai rangkaian kegiatan Pelatihan Talenta Seni Budaya dan Inventarisasi Alat Musik Daerah Tahun 2026. Program tersebut akan berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026 dan dipusatkan di Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Rudi Irawan mengatakan program tersebut dibangun atas dua pilar utama, yakni regenerasi dan pelestarian budaya.

"Regenerasi dilakukan melalui pelatihan talenta seni budaya, sedangkan pelestarian diwujudkan melalui inventarisasi alat musik daerah agar kekayaan budaya kita terdokumentasi dengan baik dan tidak punah ditelan zaman," kata Rudi saat menyampaikan laporan kegiatan, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menemukan, mengasah, dan mengembangkan bakat generasi muda di bidang seni budaya daerah. Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dokumentasi, serta digitalisasi alat musik tradisional yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

Rudi menjelaskan, terdapat delapan cabang seni yang akan menjadi fokus pelatihan, yaitu seni rupa, seni suara, seni musik, residensi Wayang Palembang, seni sastra, seni film, seni teater, serta seni pertunjukan Dul Muluk. Di samping itu, kegiatan inventarisasi alat musik daerah juga akan dilakukan secara paralel.

"Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga tujuan yang ingin dicapai melalui pelatihan talenta seni budaya dapat terwujud bersama," ujarnya.

Pelaksanaan program tersebut didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun Anggaran 2026 yang dialokasikan untuk pengembangan sektor kebudayaan di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pandji Tjahjanto menyampaikan bahwa Sumatera Selatan memiliki kekayaan seni dan budaya yang sangat beragam serta menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Ia menilai potensi seni budaya di Sumsel sangat besar, terlihat dari banyaknya sanggar seni dan talenta muda yang terus bermunculan. Potensi tersebut perlu mendapat pembinaan agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Pelatihan talenta seni budaya ini sangat penting karena menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan. Sampai akhir tahun nanti akan ada delapan cabang seni yang mendapatkan pelatihan," katanya.

Pandji juga mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Sumatera Selatan saat ini berada di peringkat enam nasional dengan nilai sekitar 61. Capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas dan pengembangan budaya di daerah.

Menurutnya, salah satu aspek penting dalam pembangunan kebudayaan adalah ekonomi budaya. Karena itu, pelatihan talenta seni dan digitalisasi alat musik daerah diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku seni.

"Kedepan, seni budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian warisan leluhur, tetapi juga dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi para seniman dan pelaku budaya," ujarnya.

Pandji bahkan mendorong hasil karya para seniman Sumsel untuk dipromosikan di ruang publik strategis, termasuk bandara. Menurutnya, kerja sama dengan pengelola bandara dapat membuka peluang pemasaran karya seni kepada masyarakat luas dan wisatawan.

"Dengan dipajang di bandara dan dilengkapi informasi serta harga, karya para seniman bisa lebih dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....