Proyek PSEL Keramasan Ditarget Beroperasi Oktober 2026

  • 07 Mei 2026 15:48 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • PSEL Keramasan ditargetkan rampung dan beroperasi pada Oktober 2026
  • Pemerintah pusat mendorong kapasitas minimal 1.000 ton sampah per hari
  • PSEL diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional Sumsel

RRI.CO.ID, Palembang - Persoalan sampah yang terus meningkat di Palembang mendorong pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan modern. Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik dinilai menjadi solusi jangka panjang bagi penanganan sampah perkotaan.

Pemerintah Kota Palembang menargetkan pembangunan PSEL Keramasan, Kecamatan Kertapati, rampung pada Oktober 2026. Proyek strategis nasional tersebut diproyeksikan mampu mengubah sampah menjadi sumber energi listrik.

Komitmen percepatan pembangunan ditegaskan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat mendampingi kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat, Rabu, 6 Mei 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH menekankan pentingnya menjaga efisiensi operasional fasilitas pengolahan sampah. Kapasitas minimal 1.000 ton sampah per hari dinilai harus terpenuhi agar operasional berjalan optimal.

Menurutnya, kerja sama regional dengan kabupaten sekitar perlu diperkuat untuk memenuhi kebutuhan kapasitas tersebut. “Jangan di bawah seribu ton, jika kurang kita dorong kerja sama dengan kabupaten sekitar,” ujarnya.

Selain kapasitas pengolahan, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan armada pengangkut sampah. Bantuan sekitar 50 unit mobil compactor direncanakan melalui skema pendanaan APBN, APBD, dan CSR.

Sementara itu, Ratu Dewa menegaskan pengelolaan air lindi menjadi perhatian khusus pemerintah kota. Proses sterilisasi pengolahan sampah akan diperketat untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekitar fasilitas.

Saat ini operasional pengangkutan sampah baru didukung 10 unit armada. Pemerintah kota bersama kementerian tengah mengupayakan tambahan armada melalui dukungan administrasi ke Kementerian Keuangan.

Pemkot Palembang juga menjajaki dukungan tanggung jawab sosial perusahaan dari sejumlah BUMN dan swasta. Perusahaan seperti PTBA, Pusri, dan Pertamina diharapkan turut mendukung pengembangan fasilitas tersebut.

Pembangunan PSEL Keramasan diketahui telah menyerap sekitar 150 tenaga kerja. Sebanyak 80 persen di antaranya merupakan warga Palembang.

Hingga awal Mei 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai 83,2 persen. Fasilitas tersebut nantinya diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional di Sumatera Selatan.

Sejumlah pemerintah daerah seperti Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI juga menyatakan minat untuk bekerja sama. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat sistem pengelolaan sampah lintas wilayah secara terintegrasi.

“Proyek PSEL ini diharapkan menjadi solusi permanen persoalan sampah di Palembang dan sekitarnya,” tegas Ratu Dewa. Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut dapat diresmikan pada 19 Oktober 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....