Yayasan Kemala Bhayangkari Gelar Lomba Dapur Gizi Modern

  • 30 Apr 2026 17:05 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Yayasan Kemala Bhayangkari Provinsi Sumatera Selatan menggelar lomba antar-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di lingkungan Polda Sumsel. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari, Rabu, 29 April 2026.

Sebanyak 26 unit SPPG mengikuti kompetisi tingkat provinsi untuk menunjukkan kualitas layanan dapur sehat. Lomba difokuskan pada standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan sistem operasional dapur.

Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Eka Sandi Nugroho mengatakan kegiatan itu menjadi sarana evaluasi layanan. Penilaian dilakukan agar setiap unit mampu memenuhi standar pelayanan yang seragam.

Menurut Eka, SPPG milik Polda Sumsel tidak diikutsertakan dalam perlombaan. Unit tersebut dinilai telah memiliki kualitas terbaik di tingkat provinsi.

“SPPG milik Polda Sumsel sudah sangat baik dan menjadi yang terbaik di Sumsel,” katanya. “Unit tersebut juga telah menerima penghargaan dari Presiden,” ujarnya.

Penilaian lomba mencakup kebersihan dapur dan kelengkapan fasilitas modern. Tim juri juga menilai efisiensi sistem kerja dalam operasional harian.

Peralatan seperti mesin pengering piring berkapasitas besar menjadi salah satu indikator. Penggunaan teknologi dinilai membantu menjaga higienitas produksi makanan.

Pengelolaan limbah menjadi aspek penting dalam kompetisi tersebut. Setiap unit diwajibkan menerapkan sistem ramah lingkungan.

Salah satu indikatornya ialah pengolahan limbah menjadi eco enzyme. Hasilnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk dan bahan pembersih.

Setiap dapur juga diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah. Sistem itu diterapkan agar limbah produksi tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Walaupun memasak hampir 3.000 porsi, dapur tetap bersih dan tidak mengeluarkan bau,” tuturnya. “Hal itu menunjukkan pengelolaan telah sesuai standar,” katanya.

Tim juri melakukan penilaian langsung bersama pengawas regional di lapangan. Kreativitas peserta juga dinilai melalui unggahan menu harian di media sosial.

Pengawasan operasional dilakukan melalui sistem kontrol milik Polri secara real-time. Program SPPG diharapkan menjadi model pelayanan gizi yang higienis dan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....