Pelantikan HKTI Sumsel Soroti Ketahanan Pangan Nasional

  • 24 Apr 2026 07:39 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKU Timur - Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menegaskan target swasembada pangan nasional saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sumatera Selatan periode 2026-2031. Pelantikan berlangsung di Lapangan Sidomakmur, Kabupaten OKU Timur, Kamis, 23 April 2026.

Kepengurusan HKTI Sumatera Selatan periode baru dipimpin Budiarto Marsul. Pelantikan dihadiri pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok tani.

Sudaryono menilai organisasi petani memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat sektor pertanian agar produksi dalam negeri meningkat.

Menurut Sudaryono, salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah mewujudkan swasembada pangan. Kebijakan itu diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pokok.

“Di tahun 2025 Indonesia tidak lagi melakukan impor beras, didukung kebijakan harga pembelian pemerintah gabah kering sebesar Rp6.500,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026. Kebijakan tersebut dinilai memberi kepastian harga bagi petani.

Ia menyebut keberhasilan sektor pangan memerlukan dukungan organisasi petani di daerah. HKTI dinilai dapat menjadi penghubung antara petani dan pemerintah.

Sudaryono juga menilai Sumatera Selatan menunjukkan perkembangan positif di sektor pertanian. Ketersediaan pupuk dan peningkatan kualitas gabah disebut menjadi indikator kemajuan daerah.

Sumatera Selatan dinilai memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Posisi tersebut diperkuat dengan peran daerah sebagai salah satu lumbung pangan.

“Hari ini menjadi kebanggaan bagi saya, karena di tempat ini juga pernah hadir Presiden Soeharto untuk panen raya,” katanya. Ia menyebut lokasi pelantikan memiliki nilai historis dalam perkembangan pertanian.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut pelantikan pengurus HKTI sebagai momentum penguatan sektor pertanian. Ia menilai organisasi itu kembali hadir sebagai wadah penting bagi petani.

“Hari ini kita seperti hidup kembali. HKTI yang sempat tidak diperbincangkan, kini hadir kembali sebagai wadah bagi petani,” tuturnya. Keberadaan organisasi dinilai dapat memperkuat kolaborasi antarpetani.

Herman Deru meminta kepala daerah di kabupaten dan kota menjadikan HKTI sebagai mitra strategis. Sinergi tersebut dinilai penting dalam mempercepat pembangunan pertanian.

“Petani adalah andalan kita, karena sebagian besar masyarakat Sumsel berprofesi sebagai petani,” katanya. Ia menyebut prestasi sektor pertanian Sumsel kini masuk tiga besar nasional.

Menurut Herman Deru, produktivitas pertanian perlu terus diperkuat menghadapi tantangan iklim. HKTI diharapkan mampu mendukung petani dalam menjaga keberlanjutan produksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....