Tri Yulia Gerakkan Dapur MBG, Upaya Nyata Tekan Stunting di Sumsel

  • 20 Apr 2026 17:08 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kepedulian terhadap tingginya angka stunting di Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong Tri Yulia Rizki Ananda mengambil langkah nyata. Ia memilih tidak sekadar berbicara, tetapi turun langsung menghadirkan solusi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Sejak resmi berjalan pada 6 Januari 2025, dapur MBG yang ia pelopori menjadi ruang harapan baru bagi anak-anak. Bukan hanya menyediakan makanan, tetapi juga memastikan setiap porsi yang disajikan memenuhi standar gizi yang layak.

“Motivasi awal kami adalah stunting. Kami ingin meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menurunkan angka stunting di Sumsel,” ujar Tri Yulia, Senin, 20 April 2026.

Berangkat dari kegelisahan melihat kondisi gizi anak yang belum merata, ia memilih turun langsung ke lapangan. Namun, perjalanan membangun gerakan sosial berbasis pangan ini tidak selalu mulus. Tantangan terbesar justru datang dari masyarakat, terutama dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi.

“Di lapangan, yang paling sulit adalah bagaimana masyarakat bisa menerima dan mau bekerja sama dengan program ini,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Tri Yulia tidak hanya fokus pada distribusi makanan. Ia menaruh perhatian besar pada kualitas dan keamanan pangan. Setiap relawan yang terlibat dibekali pelatihan, mulai dari pengolahan makanan, standar higienitas, hingga sertifikasi halal.

Dengan pendekatan itu, dapur MBG tidak sekadar menjadi tempat memasak, tetapi juga memastikan makanan yang disajikan tetap steril dan aman hingga sampai ke tangan anak-anak penerima manfaat.

Perlahan, dampak program ini mulai terlihat. Anak-anak yang mendapatkan manfaat menunjukkan perubahan positif, baik dari segi kesehatan maupun kebiasaan belajar. Kehadiran mereka di sekolah meningkat, begitu pula semangat untuk belajar.

“Manfaat nyata MBG bagi anak-anak yakni mereka rajin ke sekolah dan masyarakat sekitar yang menganggur dapat bekerja,” ujarnya.

Di sisi lain, keberadaan dapur MBG juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Program ini menyerap tenaga kerja lokal, memberikan kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.

Tri Yulia berharap, gerakan ini tidak berhenti sebagai program jangka pendek. Ia ingin MBG terus berkembang menjadi solusi berkelanjutan dalam memperbaiki kualitas generasi muda di Sumsel.

“Harapan kami sederhana, program ini bisa terus berjalan dan memberi dampak nyata, agar anak-anak kita tumbuh sehat dan punya masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....