Lahan Tidur, Menjadi Harapan KWT Kemuning Tumbuhkan Kemandirian Pangan
- 05 Mar 2026 14:23 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Prabumulih- Pertamina EP Prabumulih Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 sedang mengampanyekan dukungan kemandirian pangan melalui program Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah (Muda Bersama). Melalui program tersebut, Pertamina menyediakan sejumlah pelatihan.
Pelatihan itu mulai dari pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga, pengetahuan dasar herbal/jamu dari tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pelatihan pemasaran. Salah satu sasaran Program Muda Bersama adalah KWT Kemuning di Kelurahan Patih Galung, Kota Prabumulih.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning, Tri Ningsih, memulai cara kreatif untuk memenuhi kebutuhan dapur di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Menurutnya harga bahan pangan menjadi perhatian utama kaum ibu- ibu.
Setiap minggu, Tri Ningsih perlu merogoh kocek Rp200 ribu-Rp300 ribu untuk belanja di pasar. “Saya semoat terpikir untuk menanam bahan makanan sendiri di pekarangannya yang selama ini hanya menjadi tanah tidur,” tuturnya, Kamis 5 Febuari 2026.
Perempuan 57 tahun itu pun memulai membabat ilalang di sekitar rumahnya, lalu menanami sayur-sayuran dan umbi-umbian. Namun, upayanya belum berbuah, inimnya pengetahuan membuat hasil produksi di lahan tersebut tidak optimal.
“Bersamaan dengan program Pertamina, saya bersama sejumlah ibu- ibu ikut dalam program tersebut. Tiga puluh perempuan di komunitas KWT Kemunung belajar membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga seperti sisa sayur, air cucian beras, dan kompos,” ungkapnya.
Dengan bekal ilmu baru, Tri Ningsih kembali menggarap tanah tidur di sekitar rumahnya. Ia menanam sayur-mayur, buah-buahan, umbi-umbian, hingga tanaman obat. Tanaman-tanaman itu tumbuh subur berkat pupuk organik.
Ibu-ibu KWT Kemuning sekarang tak lagi dipusingkan dengan harga bahan pangan karena mereka bisa memetik dari pekarangan masing-masing. Mereka pun kini hemat biaya belanja Rp200 ribu-Rp300 ribu per minggu.
Hasil panen tidak hanya untuk kebutuhan dapur keluarga, tapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Produk-produk seperti minuman wedang beras kencur, jamu seduh instan, wedang kunyit asam, serta bibit tanaman siap tanam dijual Rp15 ribu-Rp20 ribu. Omzet per bulan menembus Rp1 juta.
“Tantangan kami jadikan penyemangat. Terpenting kompak dan saling mendukung. Kami ingin masyarakat sekitar ikut mandiri, bisa hasilkan sesuatu dari rumah,” pungkas Tri Ningsih. KWT Kemuning tak menyimpan ilmu baru dari program Pertamina itu untuk diri mereka sendiri. Saat ini, mereka menjadi pusat belajar bagi 13 KWT lain di Prabumulih.
Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4
PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....