Bupati OKU Selatan: MBG Tekan Angka Gizi Buruk
- 24 Feb 2026 08:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU Selatan - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Abusama menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Polres OKU Selatan dan bhayangkari atas komitmen serta kerja keras dalam merealisasikan pembangunan Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati menyebut MBG mampu menekan angka gizi buruk dan stunting di daerahnya.
Menurut bupati, program ini memiliki peran strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. “Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, aparat, maupun seluruh elemen masyarakat,” tegasnya hadir dalam peresmian di Kecamatan Simpang, Senin 23 Febuari 2026.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional, Hafis Brawindra menyebutkan penerima manfaat SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Simpang OKU Selatan mencakup tujuh sekolah dan kelompok B3 yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Rinciannya, PAUD/TK sebanyak 116 orang, SD 1.117 orang, SMP 712 orang, SMA 263 orang, serta kelompok B3 sebanyak 270 orang, dengan total penerima manfaat mencapai 2.478 orang.
“Dapur SPPG yang diresmikan ini bukan sekadar tempat pengolahan makanan, melainkan pusat pengabdian dan kolaborasi lintas sektor. Adapun ibu menyusui, hamil dan balita juga bagian dari penerima manfaat yayasan ini,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) OKU Selatan, Natalio meneybutkan berdasarkan data terkini, jumlah sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten OKU Selatan mencapai 95.171 orang. Sasaran penerima manfaat tersebut meliputi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak-anak yang mengalami kekurangan gizi atau stunting.
“MBG diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di OKU Selatan. Dengan asumsi satu unit SPPG melayani sekitar 1.000 penerima manfaat, maka Kabupaten OKU Selatan membutuhkan sekitar 95 unit SPPG untuk menjangkau seluruh sasaran secara optimal,” jelas Natalio.
Namun demikian, hingga saat ini, jumlah SPPG yang telah beroperasi dan sedang dalam proses pembangunan baru mencapai 28 unit. Masih terdapat kekurangan sekitar 67 unit SPPG yang perlu direalisasikan agar pelayanan pemenuhan gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil..
“Pemetaan wilayah sangat penting, terutama daerah dengan akses terbatas, angka stunting tinggi, serta jumlah penerima manfaat yang besar. Data inilah yang menjadi dasar kuat dalam pengusulan pembangunan SPPG,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....