Dari Golok hingga Mesin, Perjalanan UMKM Tiwul Instan
- 10 Feb 2026 17:23 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Perjalanan usaha tiwul instan milik Eko Haryanto menjadi bukti ketekunan UMKM lokal dalam mengembangkan produk pangan berbasis singkong. Usaha yang awalnya dirintis secara manual, kini mampu mengolah hingga dua kuintal (200 Kilogram) singkong per hari berkat dukungan peralatan produksi.
Di awal usaha, Eko mengaku mengolah singkong hanya sekitar 10 kilogram per hari dengan peralatan seadanya. Bahkan, proses pencacahan singkong sempat dilakukan menggunakan golok hingga larut malam.
“Dulu nyacah singkong sampai jam dua atau tiga malam. Sekarang alhamdulillah sudah pakai mesin,” katanya, dalam obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Palembang.
Dengan mesin pencacah dan penepung, proses produksi menjadi lebih efisien. Dari satu kuintal (100 Kilogram) singkong basah, dihasilkan sekitar 22–25 kilogram tepung tiwul kering karena mengalami penyusutan. Meski begitu, kualitas tetap dijaga dengan memilih singkong langsung dari petani langganan.
Produk tiwul instan ini telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Jambi, Kalimantan, hingga Karawang, bahkan sebelum memiliki merek resmi. Seiring meningkatnya permintaan, Eko mulai membuka peluang reseller tiwul instan dan melengkapi produk dengan nomor kontak serta tutorial memasak bagi konsumen.
Testimoni positif datang dari berbagai kalangan, termasuk aparat kepolisian dan pejabat dinas yang menyebut rasa tiwul instan ini tidak pahit dan mudah diolah, bahkan oleh konsumen yang belum terbiasa memasak tiwul.
Ke depan, Eko berharap usaha tiwul instan ini dapat membantu perekonomian warga sekitar serta mendukung program pemerintah terkait swasembada pangan berbasis singkong. “Harapannya tiwul ini bisa jadi alternatif pangan dan membuka lapangan kerja,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....