Bupati Banyuasin Optimalkan Lahan Pasca Panen Songo Makmur
- 22 Jan 2026 15:12 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin - Bupati Banyuasin, Askolani, memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang telah menunjukkan semangat juang dan konsistensi dalam bertani, khususnya dalam penanaman padi. Penghargaan ini terasa semakin istimewa karena Kabupaten Banyuasin baru saja dianugerahi penghargaan Satya Lencana Wira Karya di bidang pertanian. Tak hanya itu, Banyuasin juga dinobatkan sebagai Kabupaten dengan peringkat pertama dalam produksi beras pada tahun 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Askolani dalam acara Panen Raya Padi IP 100 yang berlangsung Rabu, 21 Januari 2026, di Desa Songo Makmur, Kecamatan Selat Penugukan. Dalam sambutannya, Bupati Askolani menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh petani yang telah bekerja keras menanam padi dengan ulet dan penuh semangat. Menurutnya, keberhasilan Banyuasin meraih penghargaan tersebut tak lepas dari kerja keras dan ketekunan para petani, termasuk petani di Desa Songo Makmur yang menjadi bagian dari pencapaian luar biasa ini.
“Alhamdulillah, kita bersyukur Banyuasin diberikan anugerah potensi sektor pertanian yang sangat baik. Panen yang melimpah dan ditunjang dengan petani yang semangat serta gigih dalam merawat tanaman padi, menjadi kunci kesuksesan kita. Dukungan penyuluh pertanian juga sangat berarti, sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi dan bantuan kepada para petani,” ujar Askolani.
"Bupati Askolani tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi perkebunan. Sebagai daerah yang memiliki potensi pertanian melimpah, Bupati berharap agar lahan sawah tetap dijaga kelestariannya. “Lahan persawahan harus tetap dipertahankan. Jangan biarkan menjadi areal perkebunan. Justru, lahan pekarangan yang ada bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan keluarga, seperti menanam sayuran atau memelihara ternak dan ikan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Askolani juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan lahan persawahan secara optimal. Ia menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang tepat guna, terutama di tengah tantangan ketahanan pangan global. Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi potensi besar untuk mendukung kebutuhan pangan sehari-hari keluarga, sekaligus menambah pendapatan melalui budidaya tanaman atau ternak skala kecil.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Askolani juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian, khususnya padi, mengingat harga jual produk pertanian saat ini sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. “Dengan harga yang sudah sesuai, pertanian menjadi sektor yang sangat menjanjikan untuk ketahanan pangan Indonesia. Mari bersama-sama kita tingkatkan hasil pertanian dan pastikan bahwa Banyuasin tetap menjadi penyumbang utama dalam produksi beras nasional,” ucapnya dengan penuh semangat.
Acara panen raya ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat. Selain untuk merayakan hasil pertanian, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Bupati Askolani berharap kegiatan semacam ini dapat memotivasi para petani dan seluruh warga Banyuasin untuk terus berinovasi, menjaga kelestarian alam, dan bekerja lebih keras dalam mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan potensi alam yang melimpah dan semangat kerja keras para petani, Bupati Askolani optimistis bahwa Banyuasin akan terus menjadi contoh daerah yang mampu berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan Indonesia. “Mari kita jaga hasil pertanian ini agar terus berkembang dan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat Banyuasin,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....