Kemenag Sumsel Siapkan 458 Masjid Ramah Pemudik

  • 13 Mar 2026 07:54 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan 458 masjid sebagai Masjid Ramah Pemudik untuk menyambut para musafir yang melintas selama arus mudik. Masjid-masjid tersebut tersebar di berbagai daerah dengan lima titik prioritas di jalur lintas utama.

Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menegaskan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah sementara bagi pemudik, tetapi juga harus menjadi ruang singgah yang aman, nyaman, dan informatif.

“Masjid bukan sekadar tempat ibadah transisi. Masjid harus menjadi oase bagi para pemudik, tempat mereka bisa beristirahat dengan aman, mendapatkan informasi, hingga layanan kesehatan,” kata Syafitri di Palembang, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan setiap masjid yang masuk program tersebut diwajibkan memasang spanduk atau banner di bagian depan sebagai penanda Masjid Ramah Pemudik. Dalam banner itu juga dicantumkan nomor telepon petugas Kemenag yang bisa dihubungi selama 24 jam.

“Banner harus mencantumkan nomor HP petugas Kemenag yang bisa dihubungi 24 jam sebagai pusat informasi, baik terkait jalur perjalanan, layanan kesehatan, maupun kondisi darurat,” ujarnya didampingi Kepala Bidang Urais Efriyansa.

Kemenag Sumsel juga mendorong koordinasi lintas sektor untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik. Syafitri meminta Kantor Kemenag kabupaten dan kota berkoordinasi dengan Polri dan TNI untuk menempatkan personel di titik-titik masjid tersebut.

Menurutnya, kehadiran aparat tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi pemudik yang meninggalkan kendaraan dan barang bawaan saat beristirahat.

Selain aspek keamanan, layanan kesehatan juga menjadi perhatian. Kemenag Sumsel meminta Kemenag kabupaten dan kota berkoordinasi dengan dinas kesehatan atau puskesmas setempat agar tersedia obat-obatan ringan dan tenaga medis di masjid yang menjadi tempat singgah pemudik.

“Terkait kebersihan, ini menjadi harga mati,” tegas Syafitri.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari Kantor Urusan Agama (KUA) hingga madrasah, bergotong royong membersihkan masjid yang masuk dalam daftar program tersebut.

Meski terdapat lima titik prioritas di jalur lintas utama, Syafitri menegaskan seluruh masjid yang terdaftar tetap harus memberikan standar pelayanan yang sama.

“Walaupun ada lima titik prioritas, semua masjid yang masuk daftar tetap harus siap memberikan pelayanan bagi pemudik yang singgah secara acak di sepanjang jalur Sumatera Selatan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita