Mudik 2026: Jalan Berlubang di Jalinteng Sumsel-Jambi Sudah Ditutup

  • 09 Mar 2026 08:59 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan Sumsel terus memacu perbaikan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera ruas Lubuklinggau hingga Batas Provinsi Jambi. Di balik target fungsional H-10 Lebaran 2026, para pekerja di lapangan harus berjibaku dengan tantangan logistik aspal dan spesifikasi teknis tinggi untuk menaklukkan titik rawan banjir.

Dari awal tahun hingga awal Maret 2026, tim PPK 2.5 PJN Sumsel telah berhasil menutup ribuan titik lubang. Meski pondasi jalan dinilai masih sangat kokoh, permukaan jalan sepanjang 98,98 kilometer tersebut mulai mengalami keausan karena sudah lima tahun tidak mendapatkan paket pengerjaan besar.

PPK 2.5 PJN II Sumsel, Supra Anggraini Valentine, mengungkapkan, tantangan terbesar dalam program Zero Pothole ini adalah koordinasi logistik aspal panas (CAP). Lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) yang berada cukup jauh di wilayah Muratara memaksa tim harus mengumpulkan volume kerusakan terlebih dahulu agar pengiriman aspal menjadi efisien secara operasional.

"Tantangannya kalau beli aspal panas (CAP) itu minimal harus 100 ton sekali jalan karena ada biaya operasional alat di AMP. Jadi kami siasati dengan membuka 'casing' (kotak lubang) dulu di sepanjang jalan, kami beri rambu peringatan, lalu setelah volume cukup baru kami siram aspal serentak," jelas Supra, Senin, 9 Maret 2026.

Selain penanganan lubang, fokus utama lainnya adalah titik "viral" di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) yang kerap terputus akibat banjir. Di lokasi sepanjang 300 meter ini, perbaikan menerapkan spesifikasi beton premium dengan mutu FS 4,5 (Flexural Strength 4,5 MPa).

Beton standar nasional ini memiliki ketebalan peninggian mencapai 80 centimeter untuk memastikan badan jalan berada di atas level genangan air. Dari total 300 meter penanganan, 240 meter menggunakan cor beton, sementara 60 meter sisanya berfungsi sebagai transisi aspal di kedua ujungnya.

"Spesifikasinya menggunakan FS 4,5, itu standar bagus untuk jalan nasional. Karena ada peninggian 80 cm, kami juga memasang drainase di sisi jalan untuk mengalirkan air menuju jembatan atau sungai kecil terdekat agar tidak ada lagi air yang terjebak di badan jalan," tambah Supra.

Mengingat waktu yang mendesak menuju Idul Fitri pada 21 April mendatang, penanganan di titik banjir ini diupayakan fungsional minimal pada lapis agregat saat arus mudik dimulai. Untuk menjamin kelancaran, sebuah Posko Mudik yang dilengkapi alat berat seperti dump truck dan baby roller serta cadangan aspal kemasan (CPMA) akan disiagakan di KM 462+600 mulai H-10 Lebaran.

Pekerjaan yang merupakan bagian dari paket preservasi senilai Rp7,84 miliar ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pemudik yang melintasi jalur utama penghubung Sumsel menuju Jambi dan Bengkulu tersebut.

Sektor jembatan juga tak luput dari pemeliharaan. Tiga jembatan utama, yakni Jembatan Air Lakitan, Air Temuan, dan Air Melekai, tengah dalam proses pengecatan ulang dan perbaikan struktur minor untuk memastikan keamanan konstruksi selama dilalui ribuan kendaraan pemudik.

Meskipun beberapa bagian jalan sudah berusia tua dan mengalami keausan permukaan, Supra optimis pondasi jalan warisan proyek era lintas tengah ini masih sangat kokoh untuk menampung beban kendaraan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan rambu-rambu peringatan yang telah dipasang di titik-titik pengerjaan jalan.

Rekomendasi Berita