Kapolri Pimpin Apel 5.000 Ojol dan Buruh Jaga Kamtibmas Palembang

  • 08 Mar 2026 12:58 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Sebanyak 5.000 pengemudi ojek online dan elemen buruh memadati Stadion Gelora Bumi Sriwijaya Palembang dalam apel Kamtibmas. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama menjaga keamanan menjelang Idul Fitri.

Apel bertajuk “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” tersebut dipimpin Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Sriwijaya Palembang, Minggu 8 Maret 2026.

Turut mendampingi Kapolri dalam kegiatan itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho. Hadir pula Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama sejumlah pejabat daerah.

Kehadiran ribuan pengemudi ojek online dan perwakilan buruh menunjukkan dukungan masyarakat menjaga ketertiban. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada pengemudi ojek online dan buruh yang ikut menjaga ketertiban masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat menjaga keamanan kota.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan apel bersama ini. Momentum ini diharapkan memotivasi semua pihak menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Menurut Ratu Dewa, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Apel ini diharapkan menjadi penggerak kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan.

Ia menilai kondisi keamanan yang kondusif sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Stabilitas keamanan juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ratu Dewa juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Warga yang akan melakukan perjalanan mudik diminta mengutamakan keselamatan.

“Bagi warga yang akan mudik, tetap berhati-hati di jalan dan utamakan keselamatan,” tuturnya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi komitmen pengemudi ojek online dan buruh. Ia menilai dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolri juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pengemudi ojek online yang bekerja di jalan. Ia meminta jajaran kepolisian meningkatkan sistem keamanan berbasis teknologi.

“Saya minta Kapolda mengaktifkan fitur panic button atau integrasi layanan 110 agar respons kepolisian bisa lebih cepat,” ujarnya.

Kapolri berharap langkah tersebut dapat memberikan rasa aman bagi para pengemudi ojek online. Teknologi tersebut diharapkan mempercepat respons kepolisian ketika terjadi gangguan keamanan.

Rekomendasi Berita