Mudik 2026, Sumsel Antisipasi Lonjakan & Titik Rawan
- 28 Feb 2026 23:52 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersiap menghadapi lonjakan arus mudik Idul Fitri 1447 H dengan memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan kerusakan jalan.
Persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi di Griya Agung, Palembang, Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam rapat tersebut terungkap, Sumatera Selatan menempati peringkat ke-7 nasional dalam prakiraan jumlah pergerakan orang selama arus mudik Lebaran tahun ini. Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Mengingat hari cuti Lebaran dan Hari Raya Nyepi akan ditetapkan pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret, maka dari catatan kami ada beberapa spot yang harus diantisipasi,” ungkap Menhub Dudy.
Selain pasar tumpah dan kepadatan di jalan lintas, Posko Lebaran 2026 akan disiagakan selama 18 hari mulai 13 Maret hingga 30 April (H+9). Pemerintah pusat meminta daerah memperkuat koordinasi guna memastikan kelancaran arus kendaraan.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyoroti kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Meski memiliki bentang jalan tol terpanjang, masih ada sejumlah ruas yang perlu perhatian serius menjelang mudik.
"Ada beberapa ruas yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian dan perbaikan, bahkan ada yang mengalami kerusakan parah,” ujar HD.
Ia juga menggarisbawahi kemacetan kronis di perlintasan sebidang kereta api yang kerap memicu antrean panjang kendaraan saat musim mudik.
“Kami sedang melakukan kerja sama untuk pembangunan flyover di perlintasan sebidang, jadi kami butuh dukungan penuh dari Pak Menteri,” tambahnya.
Selain fokus pada kelancaran arus mudik, Pemprov Sumsel tetap konsisten melarang angkutan batubara melintasi jalan umum guna mencegah kerusakan jalan dan menjaga kualitas udara selama periode Lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....