Hari Pariwisata Sedunia, Wisata Bangkit, Dunia Bergerak
- 26 Sep 2025 15:35 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Setiap tanggal 27 September, dunia memperingati Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day). Inisiasi ini digagas dan ditetapkan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO) sejak tahun 1980 guna meningkatkan kesadaran global terhadap peran strategis pariwisata.
Tanggal ini bertepatan dengan hari pengesahan Statuta UNWTO pada 27 September 1970, tonggak penting organisasi tersebut dalam memformalkan kerangka kerja pariwisata internasional.
Di sisi astronomi, tanggal ini juga berada di akhir musim puncak wisata di belahan bumi utara dan awal musim puncak di belahan bumi selatan, sehingga ideal untuk kampanye kesadaran global.
Tujuan utama peringatan ini adalah untuk mengingatkan bahwa pariwisata bukan sekadar rekreasi, melainkan sektor vital yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
| Baca juga: FBIM Lestarikan Budaya dan Pariwisata |
Melalui Hari Pariwisata Sedunia, UNWTO mengajak negara-negara anggota, industri pariwisata, dan masyarakat luas untuk bersama-sama membangun pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak positif.
Secara ekonomi, pariwisata menjadi tulang punggung bagi banyak negara, menyerap tenaga kerja, mendorong usaha lokal, dan menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi, kerajinan, dan perhotelan.
Dalam konteks Indonesia dan negara-negara berkembang, peringatan ini menjadi panggilan agar pariwisata dikelola tak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk pemberdayaan komunitas lokal, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.
Pada 27 September ini, mari kita rayakan pariwisata dengan cara menjadi “turis lokal”, mengeksplorasi potensi di sekitar kita, serta mendukung praktik wisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....