Inovasi Kerajinan untuk Bersaing Era Modern
- 25 Jan 2026 15:28 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya : Reporter : Pendengar RRI dimanapun anda berada, selamat malam. Saat ini saya berada di Indang Apang Gallery. Saya akan mewawancarai terkait dengan UMKM, dimana di Indang Apang Gallery ini banyak sekali dijual hasil dari kerajinan rotan. Dimana kita ketahui bahwa rotan itu adalah tumbuh-tumbuhan khas Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah. Dan di Galeri Indang Apang ini, diolah menjadi kerajinan tangan berupa tas, sepatu, dompet, dan juga ada yang lainnya. Nah bagaimana UMKM ini bisa terus eksis hingga saat ini. Di samping saya ada pemilik dari Indang Apang Gallery, Mbak Amel. Ya selamat bertemu Mbak Amel, bagaimana kabarnya.
Narasumber : Selamat bertemu juga, kabarnya baik.
Reporter : Ya baik, mungkin beberapa pertanyaan yang saya ajukan terkait dengan UMKM ini.Mbak Amel, bagaimana sih bisa bertahan dengan UMKM, kita bilang UMKM ya, hasil kerajinan rotan ini sampai saat ini bagaimana mbak.
Narasumber : Kami bertahannya itu dengan melakukan inovasi dan tentu saja promosi yang tidak berhenti ya, yang kontinu, sehingga kita, orang itu tahu kita masih ada, terus kita juga jangan bosan gitu untuk bikin produk baru yang pasti yang sedang trend di masyarakat saat ini, jadi itu sih yang bikin kita masih tetap bertahan, yang pasti juga kita untuk harga, kita menyesuaikan dengan pasar yang saat ini ada, jadi kita menyesuaikan ada harganya yang murah sampai harga yang mahal, disesuaikan dengan kualitas produk yang kita punya.
Reporter : Ya, bisa disebutkan mungkin apa saja yang disediakan di sini untuk mungkin yang berkunjung ke sini apa aja Mbak Amel.
Narasumber : Kalau untuk produk kami yang ready itu ada, dari yang murah dulu ya, yang paling kecil itu ada gantungan kunci, kemudian ada gelang. Pokoknya produk aksesoris, kemudian kami punya tas, kita punya ini juga agenda dan isinya, agenda mini kayak gitu dan agenda yang besar. Kemudian ada alas kaki juga, ada juga untuk tutup kepala. Jadi kita punya semua produk berbahan dasar, hanya rotan yang sudah kita modifikasi menjadi berbagai produk passion yang trend di masyarakat.
Reporter : Sejauh ini mungkin permasalahan atau kendala apa sih mbak yang dihadapi oleh mbak sendiri terkait dengan UMKM kerajinan rotan ini yang mungkin harus menjadi perhatian begitu.
Narasumber : Saya tuh kurang begitu mengingat. Kalau untuk masalah, karena biasanya tuh kalau ada masalah, kita langsung cari solusi. Jadi kayaknya tuh gak terlalu membekas gitu. Cuman mungkin kadang-kadang kita perlu, perhatian itu untuk bagaimana proses distribusi ini bisa lebih cepat. Terus juga bagaimana membantu para mitra kami nih yang ada di kampung, di daerah sana tuh. Cara mereka untuk memproses rotannya bisa lebih cepat. Mungkin itu kedepannya perlu bantuan alat dari pemerintah. Kami juga saat ini sedang mengupayakan itu karena kan rotan sekarang tuh lebih dikenal dari daerah Jawa. Sebenarnya dibandingkan dari Kalimantan. Nah saat ini kita mau kembalikan lagi nih. Asalnya itu rotan dari Kalimantan Tengah dan kita mau kasih tau bahwa kita ini bukan sekedar penikmat tapi juga penghasil rotan yang juga bisa memanfaatkan rotan itu dari hulu sampai hilirnya. Nah mungkin sekarang tuh yang perlu itu adalah hulunya itu kita benahi dulu kita benerin dulu supaya nanti tuh kita bisa apa bahasanya ya maksimal gitu, untuk memasarkan produk rotan ini karena terkadang kita udah maksimal nih promosi, ternyata bahan bakunya kurang karena nanyak sekali proses-proses yang kita gak bisa atasi. Tanpa bantuan dari pemerintah seperti itu.
Reporter : Mungkin pertanyaan terakhir mbak ya, nah bagaimana mbak sendiri sebagai pelaku UMKM bisa bersaing, kita ketahui kan tidak hanya UMKM kerajinan begitu ya, ada UMKM modern juga saat ini. Nah bagaimana mbak menyikapi hal ini mbak.
Narasumber : Kalau untuk masa sekarang tuh yang pasti kita jangan cuman berpikir jualannya secara offline. Offline itu yang dari toko ke toko atau mulut ke mulut, tapi kita juga perlu berjualan tuh lewat online. Kita manfaatkan teknologi yang ada, kita jualan lewat website, kita juga jualan lewat whatsapp online, lewat marketplace. Jadi semua produk digital itu dimanfaatkan dan dimaksimalkan, supaya kita bisa menjangkau lebih luas lagi pasar yang tadinya tidak terpikirkan, kita bisa menjual ke pasar di belahan dunia yang berbeda gitu. Nah itu salah satu kelebihan kalau kita memang memanfaatkan digital dan online secara maksimal.
Reporter : Ya baik, terima kasih Mbak Amelia, Owner dari Indang Apang Gallery atas penjelasannya.
Narasumber : Sama-sama.
Reporter : Itu tadi pendengar RRI dimanapun anda berada, wawancara saya terkait dengan UMKM dengan Owner Indang Apang Gallery. Semoga wawancara ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan saya kembalikan ke studio.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....