Berdampingan dengan Paradox Kehidupan

  • 17 Agt 2023 21:42 WIB
  •  Palangkaraya


KBRN, Palangka Raya : Hidup adalah serangkaian paradox. Yah benar, anda tidak salah membacanya. Paradoks adalah hal yang saling bertentangan yang uniknya berada dalam satu kesatuan atau biasa disebut dengan kontradiksi.

Pernahkan anda menagih dan mendesak hutang anda dan pada akhirnya tidak dibayar, justru saat kita mengendorkannya entah kenapa kemudian si peminjam mengembalikannya atau barangkali anda pernah mencari seteliti mungkin jam kesayangan anda, namun ketika tidak dicari justru langsung teringat dan ada di depan mata.

Atau anda pernah mengejar dan memburu target atau calon yang anda sukai kemudian ia lari menjauh, namun justru menanyakan kabar kita ketika ia kita lupakan sejenak atau apakah anda pernah dengan ketat mengatur dan menjaga sekuat mungkin tabungan anda, yang ada justru malah banyak pengeluaran yang tidak biasa semakin membengkak atau anda justru stress dengan anak anda yang anda kekang habis habisan justru lebih gencar melakukan apa yang kita larang.

Yah, itulah paradox. Semakin dikejar, semakin menjauh. Semakin diikat semakin terpisah. semakin dilarang semakin dilanggar. Semakin digenggam semakin lepas, semakin di irit semakin berkurang, semakin diusahakan semakin hilang, semakin dibenci justru muncul rasa cinta. Aneh bukan? yah itulah paradox. Sebuah hukum dimana ketika apa yang harusnya dilakukan secara logika justru tidak berbanding lurus dengan kenyataannya.

Paradoks sangat akrab dan biasa terjadi dalam kehidupan kita sebagai manusia. Bagi sebagian orang, paradox adalah sebuah kekacauan yang tidak bisa diterima oleh rasio dan logika berfikir manusia namun justru disitulah letak kebenarannya.

Paradoks tidak bisa ditelaah dengan rumus logika dan hukum pasti. Karena kepastian akan muncul dengan membiarkan sesuatu yang tidak pasti. Paradox adalah sebuah misteri hukum alam yang memang tak perlu kita pertanyakan lagi. Justru disinilah kita ditantang untuk menerima keganjilan logika ini, sebagai sebuah keindahan tersendiri.

Seringkali ketika gagal, kelelahan , atau terbebani dalam sebuah usaha mengejar , memastikan , mengontrol, bekerja keras berlebihan, perlu kita terima bahwa ada saatnya kenyataan dan hukum paradox sedang bekerja. Pada akhirnya justru hal yang berkebalikan dengan harapan justru harus kita telan.

Hukum paradox sejatinya tidak bisa ditentang karena akan lebih menguras energy kita. Sebuah pepatah mengungkap bahwa melawan paradox, justru akan menjadikan paradox menjadi pemenang mutlak.

Ada kalanya kita harus memahami dan memiliki filosofi seni bahwa paradox harus diikuti dan diselaraskan. Bahkan ada pepatah yang mengungkap, usaha yang terbaik adalah tidak mengusahakannya sama sekali.

Namun ini di ranah yang memang diketahui memiliki hukum paradoks. Namun tetap berupaya dan bekerja keras di ranah yang memang menuntut upaya dan kerja yang lebih ekstra.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....