Menyibak 'Tirai' Warung Remang Remang

  • 05 Agt 2023 20:27 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Kerlap kerlip lampu karaoke malam warung remang berputar kencang, dentuman musik menggelar memenuhi ruangan. Sesosok wanita cantik dengan balutan pakaian minim nan menggoda mendekati tamunya. Inilah yang sering dijumpai di klub karaoke malam warung remang remang yang menjadi kedok sebuah prostitusi terselubung, yang akhirnya menjadikan sensualitas sebagai bahan komoditas.

Ada berbagai faktor yang mendorong mengapa kaum wanita nekat terjun dalam prostitusi kelam ini. Di antaranya adalah keterdesakan ekonomi, kurangnya pendidikan, keterampilan dan keahlian yang dikuasi.

Termasuk pula motivasi dan prinsip hidup yang diyakini sampai rasa frustasi karena patah hati, karena ditinggal pergi suami. Namun yang jamak terjadi karena rongrongan keperluan perut dan kebutuhan hidup mendesak, di tengah ketidak sanggupan mencari nafkah yang halal.

Dalam konteks hirarki manusia, memang bertahan hidup adalah kebutuhan dasar tak terelakkan. Pemenuhan kebutuhan hidup menjadi sebuah insting alami manusia.

Ketika sudah terhimpit dengan kebutuhan mendesak, insting kuat ini akan berhadapan dengan norma, nilai, prinsip hidup dan keyakinannya.

Namun sayangnya tidak semuanya mampu mengelola semua ini dengan baik, sampai pada akhirnya memaksa seseorang untuk bertahan hidup, walau dengan melanggar norma dan hukum yang berlaku. Ibarat memakan buah simalakama, mereka seakan sudah tak punya pilihan.

Menyikapi hal ini, perlu adanya edukasi soal bahaya, risiko ancaman, hingga sisi negatif dan positif menjadi seorang wanita penghibur. Mereka harus banyak dibekali pengetahuan mengenai kerugian perdagangan manusia dan kekerasan terhadap perempuan.

Sementara untuk pemberdayaan, hendaknya para pemandu karaoke ini juga dibekali dengan keterampilan atau ‘life skill‘ untuk modal bertahan hidup ketika tidak lagi bekerja di karaoke.

Sementara bagi pengusaha warung remang sendiri diharapkan tidak memberikan fasilitas dan sarana serta kesempatan munculnya prostitusi terselubung. Pada akhirnya, pemerintah dituntut selektif dan penuh pertimbangan untuk memberikan izin sebuah hiburan atau karaoke.

Peran keluarga juga sangat besar dalam memberi pendidikan dan dukungan bagi perempuan, agar tidak terjun dalam dunia hitam ini. sementara bagi sang penjaja seks yang sudah terlibat, keluarga juga memiliki peran untuk memberikan kasih sayang, kepercayaan diri, dukungan moral hingga arahan agar mereka berani keluar dari zona gelap tersebut.

Fungsi ataupun peran lelaki sebagai pengayom dan pelindung bagi wanita juga berperan penting dalam hal ini. Jangan sampai pihak lelaki sebagai tamu dan pengunjung serta sebagai suami atau kerabatnya ikut mempermainkan, memeras, atau menyakiti lebih dalam.

Memang pada kenyataannya, prosititusi di balik lantunan musik menghentak di warung remang ini, tidak lahir dari faktor tunggal. Ia hidup dari kompleksitas dan akumulasi persoalan yang memang perlu diurai dengan tepat. Langkah solutif, aksi nyata dan kongkrit juga perlu dikedepankan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....