Lentera Ayah Dorong Peran Ayah dalam Keluarga

  • 15 Agt 2026 20:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Komunitas Lentera Ayah hadir sebagai ruang bagi para ayah untuk belajar, berbagi cerita, dan saling menguatkan dalam menjalankan peran di keluarga. Komunitas tersebut diperkenalkan dalam program Jamkos (Jam Obrolan Santai) Pro 2 RRI Palangka Raya bersama Koordinator Komunitas Lentera Ayah, Aris Dasimayanto. Perbincangan yang mengangkat tema “Komunitas Lentera Ayah” berlangsung melalui siaran Pro 2 RRI Palangka Raya pada pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Komunitas Lentera Ayah berawal dari sekumpulan ayah yang mengikuti Pelatihan Penggerak Peran Ayah pada 24–25 Januari 2026 di Eco Village, Tangkiling, Palangka Raya. Pelatihan tersebut menjadi titik awal bagi para peserta untuk memahami pentingnya kehadiran ayah, keterlibatan dalam pengasuhan, serta proses menjadi ayah yang terus belajar. Dari pertemuan tersebut muncul keinginan untuk menjaga semangat belajar dan membangun ruang kebersamaan bagi para ayah. Komunitas ini kemudian berkembang menjadi ruang belajar, ruang cerita, dan ruang untuk saling menguatkan.

Koordinator Komunitas Lentera Ayah, Aris Dasimayanto, menjelaskan bahwa salah satu nilai utama komunitas adalah “Hadir sebelum mengarahkan.” Prinsip tersebut menekankan bahwa anak membutuhkan kehadiran ayah sebelum menerima nasihat atau arahan," katanya. Menurutnya, menjadi ayah bukan tentang selalu memiliki jawaban yang sempurna, tetapi tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, dan menemani proses tumbuh kembang anak. Nilai tersebut menjadi salah satu semangat Lentera Ayah dalam mendorong keterlibatan ayah di dalam keluarga.

Koordinator Komunitas Lentera Ayah, Aris Dasimayanto, menjelaskan bahwa seorang ayah tidak seharusnya hadir sebagai sosok yang hanya memberi perintah atau menjadi “diktator” bagi anak. Ia menekankan bahwa banyak ayah memiliki kewajiban bekerja dari pagi hingga sore, misalnya dengan pola kerja 9 to 5, dan bekerja merupakan bagian dari tanggung jawab seorang ayah. Namun, menurut Aris, kehadiran ayah tidak semata-mata diukur dari seberapa lama berada di rumah, melainkan dari bagaimana ayah menjalankan perannya dalam kehidupan anak. "Hal tersebut sejalan dengan prinsip Lentera Ayah, yaitu hadir sebelum mengarahkan yang menempatkan kehadiran, kemampuan mendengar, dan keterlibatan ayah sebagai bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak," ucapnya.

Selain menekankan kehadiran, Lentera Ayah juga membangun budaya bercerita tanpa menghakimi dan bertumbuh bersama. Komunitas ini terbuka bagi para ayah, baik yang baru menjadi ayah, sedang belajar mengenai pengasuhan, maupun yang ingin berbagi pengalaman dengan ayah lainnya. Berbagai kegiatan dilakukan, di antaranya NGOPI atau Ngobrol Ortu Penuh Inspirasi, podcast, video edukasi keayahan, serta ruang diskusi mengenai peran ayah dan pengasuhan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara luring maupun daring agar semakin banyak ayah dapat terlibat.

Melalui semangat “Menyalakan Arah, Menguatkan Generasi”, Komunitas Lentera Ayah ingin mendorong para ayah menjadi sosok yang memberi arah tanpa mengendalikan perjalanan anak. Kehadiran ayah dipandang penting dalam memberikan kasih sayang, keteladanan, dukungan emosional, serta membangun kepercayaan diri anak. Komunitas ini juga menjadi ruang bagi para ayah untuk mendapatkan teman seperjalanan, insight pengasuhan, dan dukungan untuk terus belajar. Lentera Ayah percaya bahwa ketika ayah bertumbuh, keluarga ikut bertumbuh dan dari keluarga yang kuat dapat lahir generasi yang lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....