Peran Perempuan di Dunia Sains Menguat
- 12 Feb 2026 22:04 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perkembangan sains tidak hanya membutuhkan peran laki-laki, tetapi juga perempuan. Keterlibatan kedua gender menjadi kunci dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dosen Prodi Kimia Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya, Septaria Yolan Kalalinggi, mengatakan penting untuk meninggalkan anggapan bahwa ilmu sains identik dengan laki-laki. Menurutnya, perempuan telah menunjukkan peran besar di bidang sains, bahkan banyak yang meraih penghargaan Nobel sebagai bukti kompetensi mereka.
"Stigma masyarakat bahwa laki-laki itu punya bakat alami di bidang sains dibanding perempuan, yang katanya punya kurang kompetensi di bidang itu. Tapi melihat sekarang banyak sekali peraih
Nobel dan kemudian banyak sekali perempuan-perempuan Indonesia yang juga membuktikan bahwa ternyata perempuan juga punya kompetensi yang setara dengan laki-laki di bidang sains," katanya, saat mengisi program Inspirasi Kita di Pro 1 RRI Palangka Raya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menambahkan, peran perempuan di bidang sains kini hampir setara dengan laki-laki. Hal ini terlihat dari tingginya minat perempuan dalam menekuni ilmu sains di lingkungan kampus.
"Apakah sampai sekarang sudah terwujud terkait dengan tidak adanya batasan gender, menurut saya sudah hampir 50% terwujud. Itu dibuktikan nyata dengan banyaknya perempuan yang juga berminat di bidang sains itu bisa dilihat di dunia kampus sendiri," katanya.
Ia menjelaskan, di lingkup universitas tempatnya mengajar, Prodi Kimia Universitas Palangka Raya, jumlah mahasiswa perempuan bahkan mencapai sekitar 70 persen. Kondisi ini juga terjadi pada bidang kimia dan biologi yang didominasi oleh perempuan.
Dengan meningkatnya partisipasi perempuan, harapannya tidak ada lagi batasan gender dalam dunia sains. Kesetaraan ini diharapkan terus tumbuh agar semakin banyak perempuan berkontribusi dan berprestasi di bidang ilmu pengetahuan.