Keluarga Garda Terdepan Perbaiki Krisis Minat Baca
- 10 Jun 2025 14:18 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Minat baca masyarakat di era sekarang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Salah satu penyebabnya yakni mudahnya akses informasi melalui media sosial, konten, dan video pendek sehingga buku atau artikel panjang mulai tidak diminati.
Hal ini memepengaruhi kemampuan masyarakat dalam daya pikir, literasi dan kebiasaan belajar jangka panjang. Menurut salah satu guru sekolah dasar, Dewi Yuliana (31), sekilas melihat minat baca generasi sekarang memang menurun. Hal itu seringkali tercermin dalam interaksi di sosial media.
“Jangankan membaca buku yang ratusan apalagi ribuan halaman, membaca berita atau artikel beberapa paragraf saja banyak yang enggan," ucapnya.
Ia menambahkan, nampak dari komentar di postingan media sosial banyak yang mengetik terburu-buru dengan emosi tanpa menyelesaikan membaca masalah yang disampaikan. Namun, kalau pembaca berada dalam satu kelompok yang tepat seperti komunitas membaca dan sejenisnya masih terlihat banyak generasi muda yang antusias.
“Minat baca sebenarnya masih tinggi tapi memang tidak merata," kata Dewi.
Penyuka buku sastra dan fiksi ini berpendapat kehadiran sosial media dan kemudahan akses hiburan memiliki andil besar. Game online dan video pendek diberbagai platform menyita waktu sehingga pengguna tidak sadar banyak jam sudah terbuang tanpa mendapat banyak informasi penting.
Apalagi saat ini sudah muncul artificial intelligence (AI). Menanggapi permasalahan tersebut, peran didalam lingkungan keluarga masih menjadi dasar pembentukan minat baca terutama bagi anak-anak.
“Saya pernah bertemu serombongan remaja yang antusias mencari buku di toko buku. Rupanya mereka membaca bagian awal buku tersebut di platform buku online dan membeli fisik buku tersebut karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya," ujarnya.
Dewi berharap akan lebih banyak lagi orang menemukan buku yang membuat mereka mencintai aktifitas membaca. Karena membaca buku itu bukan sekadar untuk mendapat hiburan atau informasi, melainkan membaca sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan keterampilan mengolah informasi yang diperoleh.
Ia mengatakan, selain itu pemerintah juga bisa memperluas jangkauan bahan bacaan yang merata dengan berbagai program, baik itu sumber bacaan fisik atau digital.
“Salah satu yang saya apresiasi adalah diluncurkannya aplikasi iPusnas. Tapi kembali lagi apapun yang dilakukan pemerintah, kalau kesadaran membaca itu tidak ada dalam diri kita sendiri, maka hasilnya juga tidak akan memuaskan," katanya. (Masrur Adiputra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....