PSSI Serukan Stop Hujatan Digital usai Timnas Indonesia Gugur di Piala AFF 2026

  • 20 Agt 2026 21:01 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Jakarta – FIFA menegaskan kembali komitmennya untuk menciptakan ruang aman bagi pemain, ofisial, dan suporter melalui kampanye bertajuk “Protecting players online around the world” dengan seruan Stop Hate, Protect Football. Pesan global tersebut menjadi sangat relevan dengan situasi sepakbola nasional usai langkah Timnas Indonesia terhenti di fase grup Piala AFF 2026.

Kegagalan tersebut memicu gelombang perundungan hingga serangan pribadi terhadap sejumlah penggawa Garuda di media sosial. Salah satu pemain yang menjadi sasaran ujaran kebencian, doxing, hingga ancaman terhadap keluarga adalah bek Timnas Indonesia, Justin Hubner.

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, meminta publik dan pecinta sepakbola tanah air untuk bersikap dewasa serta memisahkan antara kritik performa dan perundungan personal.

“Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Namun, evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian. Pemain boleh dikritik secara sportif, tetapi martabat dan keselamatan mereka—termasuk keluarga—harus tetap dihormati. Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian," ujar Yunus Nusi, dilansir dari laman resmi PSSI, pada Kamis, 19 Agustus 2026.

PSSI menegaskan bahwa kritik membangun berbasis analisis taktik dan permainan tetap dibuka seluas-luasnya. Namun, tindakan main hakim sendiri di ruang digital justru berpotensi merusak mental pemain yang merupakan aset jangka panjang nasional.

Peluang bagi para pemain untuk memulihkan kepercayaan diri dan memperbaiki kualitas permainan akan tersaji pada bergulirnya kompetisi domestik I.League 2026/2027, yakni Super League dan Championship, yang dijadwalkan kick-off pada 4 dan 11 September 2026.

PSSI mengimbau suporter untuk mengalihkan kekecewaan menjadi energi positif, baik saat mendukung klub lokal maupun ketika membela panji Timnas Indonesia.

"Saya berharap dukungan kepada pemain tidak berhenti ketika hanya berseragam Timnas. Dukungan juga saat mereka bersama klub masing-masing. Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepakbolanya," ucap Yunus Nusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....