Akademisi UPR Teliti Kecemasan Berbicara pada Mahasiswa Bahasa Inggris

  • 17 Sep 2024 19:38 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Tim akademisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR) melakukan penelitian terkait kecemasan berbicara (speaking anxiety) pada mahasiswa yang melakukan pembelajaran Bahasa Inggris. Tim Dosen FKIP UPR, Maida Norahmi, mengatakan penelitian ini untuk melihat bagaimana kecemasan yang meliputi rasa stres, tertekan, dan takut dapat menghambat pembelajaran Bahasa Inggris.

Penelitian ini mengadaptasi kuisioner Kecemasan Berbicara Bahasa Asing (FLSAQ) yang dirancang oleh Ozturk dan Gurbuz. Berfokus pada menggali informasi dari 29 mahasiswa yang ada pada mata kuliah "Basic English Speaking" di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP UPR.

Responden penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, karena para mahasiswa di kelas tersebut menunjukkan karakteristik kecemasan dan kekhawatiran dalam berbicara Bahasa Inggris. "Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi lebih lanjut kecemasan berbicara Bahasa Inggris dengan melihat tingkat kecemasan dan faktor dominan penyebabnya," kata Maida.

Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada fenomena kecemasan berbicara pada pembelajaran bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. "Ketika mengalami kendala menguasai kemampuan berbicara, mahasiswa sering kali mengalami kecemasan ketika berbicara Bahasa Inggris yang bisa ditunjukkan melalui berbagai tanda," ucapnya.

Secara psikologis, mahasiswa bisa mengalami peningkatan rasa takut, kenangan buruk, dan perasaan malu dan secara fisik tangan mahasiswa mungkin berkeringat, mulut mungkin kering, dan jantungnya berdebar kencang saat berbicara. "Kecemasan mempengaruhi kinerja mahasiswa dalam belajar dan nantinya akan berdampak pada nilai mereka, tidak hanya dalam berbicara tetapi juga dapat mempengaruhi pelajaran Bahasa Inggris secara keseluruhan," ucapnya, Selasa(17/9/2024).

Untuk itu, hasil penelitian ini nantinya juga diharapkan memberikan kontribusi dan memperkaya literatur yang ada terkait dengan kecemasan berbicara, dan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dalam membahas topik yang sama. "Muaranya adalah meningkatkan kesadaran pembelajar bahasa terhadap kecemasan berbicara bahasa Inggris dan membantu mereka mengetahui masalah yang dihadapi serta mencari solusi untuk efektivitas metode pembelajaran," katanya.

Sementara itu, pada kegiatan ini tim peneliti FKIP UPR beranggotakan Tampung N Saman, Susan Ira Nova, Lesly MC Meka dan Richard Ferry Nugraha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....