Mengenal Muludan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad
- 16 Sep 2024 14:48 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Momentum kelahiran Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal, diperingati oleh umat Islam dengan perayaan Maulidan. Peringatan Maulid Nabi ini dilaksanakan dengan berbagai ekspresi dengan kegiatan.
Maulid Nabi juga dikenal dengan nama acara Muludan, yaitu acara yang dilakukan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Muludan biasa dilakukan dengan melaksanakan Habsyian dan ceramah serta dilanjutkan dengan acara makan-makan di Masjid ataupun Musholla saat merayakan Maulid Nabi.
Melansir dari Kumparan, berkaitan dengan Maulid ini, masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah tidak menyebutnya sebagai Maulid, tetapi Muludan. Perayaan Maulid Nabi yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah dimana pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan perayaan Maulid yang diselenggarakan oleh daerah lain di Indonesia.
Namun ada beberapa hal-hal kecil yang menjadikan Mauludan yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak ini menjadi unik dan berbeda dari Maulid yang dilaksanakan di daerah lain. Seperti halnya sebelum Ustadz atau Ulama yang diundang sebagai penceramah datang, terlebih dulu dilantunkan pembacaan Maulid Habsyi yang diiringi dengan lantunan syarir-syair beserta tepukan terbang yang menjadi salah satu bentuk cinta kepada Nabi Muhammad.
Dalam penyampaian ceramah, topiknya tidak jauh dari kelahiran Nabi Muhammad. Namun, di beberapa daerah di Kalimantan Tengah, bisa dilihat khususnya di daerah Palangka Raya biasanya akan disampaikan ceramah dengan menyesuaikan keadaan masyarakat yang ada di sekitar Masjid tempat Mauludan di laksanakan.
Seperti di Masjid Nurul Islam yang merupakan Masjid Besar yang letaknya di Pasar Besar Palangka Raya, bisa topik yang dibawakan adalah bagaimana nabi dalam berdagang. Mauludan ini dilakukan dengan berbagai cara dan ekspresi, namun yang terpenting adalah sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....