Sandung Peninggalan Leluhur Suku Dayak Penganut Hindu Kaharingan

  • 20 Jun 2024 16:21 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Keberadaan Sandung di kalimantan Tengah tidak saja dijadikan ritual keagamaan dan kegiatan lainnya namun dibeberapa sandung yang eksis justru menjadi daya tarik serta menjadi salah satu potensi wisata bahkan bisa menjadi tempat penelitian para antropolog dunia.

Sandung adalah tempat menyimpan tulang orang yang sudah meninggal dunia, peletakan tulang disandung dilakukan setelah Upacara Tiwah sedangkan Upacara Tiwah dilakukan oleh Suku Dayak Kalimantan Tengah yang beragama Hindu Kaharingan.

Pada beberapa daerah seperti di Desa Petak Puti Kabupaten Katingan terdapat komplek Sandung yang sudah ada sejak tahun 1996. Salah satu warga Desa Petak Puti, Laura mengatakan selalu menjaga merawat dan membersihkan sandung peninggalan leluhurnya. Kamis (20/6/2024) Melalui telepon.

"Sandung ini merupakan sebuah rumah kecil terbuat dari kayu ulin berukuran tinggi, memiliki tiang yang berbeda-beda ada yang tiang 4, 2 dan 1 tergantung sesuai dengan kebutuhan. Sandung sudah menjadi sesuatu yang langka, bahkan dijadikan sasaran pencurian benda-benda bersejarah," katanya.

Di mata masyarakat lokal, Sandung merupakan tempat yang sakral dan kaya akan nilai-nilai yang dianut Suku Dayak. Terutama yang beragama Hindu Kaharingan sehingga harus dijaga, dirawat dan dilestarikan supaya tidak punah seiring perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....