Daerah 3T Terus Diupayakan Mendapat Akses Kurikulum Merdeka

  • 07 Mei 2024 14:04 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Kepala Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Tengah, Tomy Haridjaya mengatakan, sekolah di daerah 3T yakni tertinggal, terdepan, dan terluar terus diupayakan dapat menerapkan kurikulum merdeka, meskipun pemberlakuan ini tidak harus dipaksakan, tetapi menjadi sebuah tantangan bagi jajaran BPMP untuk mencari strategi baru, agar target seluruh sekolah yang ada di Kalteng dapat menerapkan kurikulum merdeka secara penuh.

Tomy mengutarakan, sinergi apik yang dilakukan jajaran BPMP bersama BGP, Pemerintah Daerah dan dengan Satuan Pendidikan yang ada di 13 Kabupaten dan 1 Kota memberikan hasil yang sangat positif, sehingga sebanyak lebih dari 90 persen sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka dan sisanya sebagian sekolah yang berada di daerah terpencil, sampai dengan saat ini masih terus dicarikan strategi dan solusi tepat, agar peserta didiknya dapat merasakan manfaat besar dari Kurikulum Merdeka.

“Tantangan lain daerah terpencil mengalami kendala dalam menerapkan Kurikulum Merdeka lantaran kurangnya akses layanan internet dan terbatasnya sumber daya guru seperti di sekolah jenjang PAUD ada yang merangkap tugas menjadi kepala sekolah sekaligus guru,” kata Tomy. Selasa (7/5/2024).

Untuk itu diperlukan langkah strategis berupa pendampingan dari sekolah penggerak, selanjutnya bisa menularkan ilmu pengetahuan berkaitan kurikulum merdeka kepada tenaga pendidik yang ada di daerah 3T.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Palangka Raya, Wahidah optimis bahwa penerapan kurikulum merdeka belajar dapat dirasakan seluruh peserta didik, terutama yang ada di daerah terpencil, karena pemerintah pusat dan daerah terus mengupayakan untuk memperbanyak guru penggerak yang dapat menularkan ilmunya kepada guru lainnya.

“Pentingnya mempelajari kurikulum ini sebagai bekal peserta didik ketika lulusan, kemudian mengarungi dunia kerja ke depannya, apalagi sejumlah perusahaan lebih banyak mencari sumber daya manusia handal yang memiliki keterampilan dibandingkan banyaknya titel pendidikan jenjang strata tetapi tidak kompeten,” ujarnya.

Seperti diketahui, belum lama ini Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Tengah menggelar pameran Merdeka Belajar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2024 dan Festival Kurikulum Merdeka berupa foto dan video berbagai aktivitas, juga hasil karya yang kreatif dan inovatif dari satuan pendidikan dalam pembelajaran yang menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolahnya masing masing, ini sekaligus pembuktian dalam capaian bahwa Kemendikbudristek sudah tepat melakukan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya menjadi Kurikulum Merdeka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....