Kelapa Sawit Mampu Menjadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Ancaman Resesi Global

  • 14 Okt 2022 19:35 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Menurut Ketua Lembaga Minyak Pambelum, Pemerhati Perkebunan yang juga mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, Jumat (14/10/22), dunia pada saat ini dibayang-bayangi resesi ekonomi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2023 bahkan bisa sampai 2024. Perkiraan ini kata Rawing Rambang, telah disampaikan juga oleh pakar-pakar ekonomi diantaranya Menteri Keuangan, President World Bank Group David Malpass. Hal ini ditandai dengan beberapa Bank Sentral telah menaikkan suku bunga pinjaman dan tren tersebut diperkirakan akan terus berlanjut sampai tahun depan.

Dijelaskan lebih lanjut, perekonomian Indonesia masih bertumpu pada minyak kelapa sawit dan batu bara, dimana harganya pada saat ini relatif stabil dan menunjukan kecenderungan yang meningkat, walaupun pada saat lalu harganya sempat jatuh. Berdasarkan dari data Direktorat Jenderal Perkebunan per tahun 2021, luas kebun sawit 15,98 juta hektare. Ini merupakan terluas di dunia, produsen terbesar dengan total ekspor senilai US$ 17,36 milliar pada tahun 2021.

"Angka tersebut berkontribusi 53,46 persen dari total ekspor minyak kelapa sawit global. Jumlah ini akan terus meningkat, mengingat tata kelola kelapa sawit yang makin membaik untuk penanaman, pemeliharaan, produksi, pemanenan dan pengolahannya," ujarnya. Sehingga ditambahkan Rawing Rambang, minyak kelapa sawit akan mampu menopang perekonomian Indonesia karena komoditi ini merupakan primer yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat global, baik berupa konsumsi pangan, energi atau non pangan lainnya yang terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk dunia.

'Minyak Kelapa Sawit yang dihasilkan adalah komoditi yang sangat cocok tumbuh di daerah tropis, kepulauan dan memiliki kelembapan yg tinggi. Kemudian minyak kelapa sawit adalah komoditi yang relatif lebih murah, dibandingkan dengan minyak nabati lainnya," ungkapnya. Berdasarkan hal tersebut di atas yang menjadi alasan mengapa minyak kelapa sawit mampu menjadi penopang perekonomian nasional. Dengan demikian yakin dan percaya akan mampu mengatasi resesi ekonomi global, bahkan perekonomian Indonesia akan tumbuh dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....