Kualitas Udara Palangka Raya Sangat Berbahaya

  • 07 Okt 2026 06:44 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kualitas udara di Kota Palangka Raya terpantau sangat buruk pada pagi hari ini. Berdasarkan pemantauan indeks kualitas udara pada pukul 09.00 waktu setempat, kualitas udara berada pada angka 1.419 AQI US dan masuk kategori berbahaya. Kondisi tersebut menunjukkan udara di wilayah Palangka Raya sedang mengalami pencemaran yang sangat tinggi. Situasi ini terpantau pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kondisi udara yang pekat juga terlihat dari tingginya konsentrasi partikel polutan di udara. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5, yaitu partikel halus yang berukuran sangat kecil dan dapat masuk ke dalam sistem pernapasan. Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi salah satu indikator utama buruknya kualitas udara. Kondisi tersebut membuat udara pagi di Palangka Raya tampak berkabut dan pekat.

Berdasarkan data pemantauan IQAir pada pukul 09.00 waktu setempat, indeks kualitas udara Palangka Raya mencapai 1.419 AQI US dengan kategori Berbahaya. IQAir juga mencatat PM2.5 sebagai polutan utama yang mendominasi kualitas udara saat pemantauan dilakukan. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara berada pada tingkat yang sangat tidak sehat bagi masyarakat. Pemantauan IQAir juga menampilkan adanya peringatan kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Kondisi pekatnya udara juga dirasakan langsung oleh warga Palangka Raya. Joshua, warga berusia 22 tahun yang beraktivitas di Jalan Tjilik Riwut, mengatakan langit terlihat kuning pekat saat dirinya berangkat bekerja pada pagi hari. Ia mengaku harus menggunakan dua lapis masker untuk mengurangi paparan asap. “Mata terasa perih dan saya juga sering pusing karena sering menghirung asap,” ujar Joshua.

Dengan kondisi indeks yang mencapai 1.419 AQI US, masyarakat di Palangka Raya perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara pagi ini. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi udara dan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan kualitas udara secara berkala melalui layanan pemantauan kualitas udara. Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian bersama hingga kualitas udara kembali membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....