Bantu Warga Bukit Tunggal, Kodim 1016/Plk Salurkan Bantuan Air Bersih

  • 30 Sep 2026 20:44 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kodim 1016/Palangka Raya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Jalan Victoria, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Selasa, 29 September 2026. Bantuan ini dihadirkan guna membantu meringankan beban masyarakat yang mulai mengalami penurunan debit air sumur dan keterbatasan pasokan air bersih untuk kebutuhan harian.

Personel TNI turun langsung ke lapangan untuk mengawal serta mendistribusikan air bersih ke wadah-wadah penampungan milik warga. Langkah ini dilakukan agar pembantuan pasokan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan dapat berjalan dengan tertib, merata, dan tepat sasaran.

Aksi tanggap darurat yang dilakukan Kodim 1016/Plk ini sekaligus menjadi bagian dari program pengabdian TNI dalam merespons bencana lingkungan yang kerap mengintai Kota Palangka Raya. Selain fokus pada penanganan kebakaran dan penyelamatan satwa terdampak seperti orangutan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak juga menjadi prioritas utama penanganan di lapangan.

Babinsa Kelurahan Bukit Tunggal, Sertu Suyatno, mewakili Pgs Danramil 1016-01/Pahandut Mayor Inf Veri M. Sitorus, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi nyata warga di wilayah binaannya. "Semoga bantuan air bersih ini dapat bermanfaat dan bisa meringankan kebutuhan, kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga,” ujar Suyatno.

Suyatno menegaskan, Kodim 1016/Plk akan terus bersinergi dengan instansi pemerintah daerah dan BPBD untuk memantau titik-titik pemukiman rawan krisis air. Langkah penanganan ini diharapkan dapat meringankan beban warga hingga kondisi cuaca dan kualitas lingkungan di Palangka Raya kembali pulih secara normal.

Krisis air bersih di kawasan pemukiman ini tidak terlepas dari fenomena musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah sepanjang September 2026. Fenomena alam ini tidak hanya menurunkan kualitas udara, tetapi juga mengeringkan sejumlah sumber air dangkal milik warga setempat.

Kondisi kabut asap yang pekat bahkan sempat memaksa siswa PAUD, SD, dan SMP di Palangka Raya beraktivitas di rumah lantaran status Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diperpanjang hingga lima kali. Di sisi lain, kebutuhan operasional armada pemadam karhutla dan mobilitas warga meningkat sehingga tujuh SPBU beroperasi selama 24 jam untuk mengurai antrean BBM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....