Tiga Titik Api di Palangka Raya Ditangani Dalkarhutla Dishut Kalteng

  • 07 Sep 2026 23:39 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, PALANGKA RAYA – Memasuki status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Pengendalian Karhutla (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menangani titik-titik kebakaran di wilayah Kota Palangka Raya.

Pada Sabtu, 5 September 2026, tim gabungan dikerahkan ke tiga lokasi, yakni Jalan Saluang, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu; Jalan Danum Bahandang, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau; serta kawasan Perupuk Tunggal, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau.

Di Jalan Saluang, petugas menangani kebakaran lahan gambut dengan luas sekitar 1,61 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, pohon tumih dan geronggang.

Proses pemadaman menggunakan mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter, mobil slip on, mesin pompa dan selang. Meski api berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan kepulan asap di bagian tengah lahan sehingga dilakukan penyiraman dan pendinginan kembali untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Sementara itu, kebakaran di Jalan Danum Bahandang melanda lahan sekitar 0,05 hektare. Penanganan melibatkan Dalkarhutla Dishut Kalteng bersama pemadam darat, TNI, Emergency Response Palangka Raya (ERP) dan TSAK Kereng Bangkirai.

Api di lokasi tersebut sempat menjalar dengan cepat pada vegetasi semak belukar, geronggong, akasia, kalakai dan pakis-pakisan. Petugas juga menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

Berbeda dengan dua titik lainnya, penanganan karhutla di kawasan Perupuk Tunggal membutuhkan akses melalui jalur air. Kondisi medan membuat kendaraan darat tidak dapat mencapai lokasi sehingga dua unit perahu kelotok digunakan untuk membawa personel dan peralatan pemadaman.

Tim kemudian mengoperasikan mesin pompa dengan memanfaatkan sumber air dari parit terdekat. Sekitar 0,15 hektare lahan berhasil ditangani, meski api belum sepenuhnya padam.

Kepala Dishut Provinsi Kalteng, Agustan Saining, mengatakan personel Dalkarhutla tetap disiagakan untuk merespons setiap laporan karhutla dan melakukan penanganan langsung di lapangan.

“Petugas di lapangan terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Yang paling penting api jangan sampai menjalar lebih luas, terutama di lahan gambut yang penanganannya membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Menurut Agustan, kondisi di setiap titik kebakaran berbeda-beda, termasuk medan dan akses menuju lokasi. Karena itu, peralatan maupun metode pemadaman disesuaikan dengan situasi yang dihadapi petugas di lapangan.

“Kolaborasi di lapangan sangat penting. Dengan keterlibatan bersama, pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan penjalaran api dapat dibatasi,” katanya.

Penanganan karhutla terus dilakukan setelah Kalimantan Tengah memasuki status tanggap darurat. Dalkarhutla Dishut Kalteng bersama TNI/Polri, pemadam, relawan dan masyarakat tetap bergerak melakukan pemadaman, pendinginan serta pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....