Betang Tabela Harati, Gerakan Literasi Keuangan dari Kalteng

  • 15 Sep 2026 20:57 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Gerakan literasi keuangan dapat tumbuh dari pengalaman, proses belajar, serta kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut tergambar dari perjalanan Anas Wahid Maulana yang berhasil meraih Financial Literacy Award 2026 pada kategori OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) – Pelaku Usaha Jasa Keuangan Terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Anas dalam mendorong edukasi keuangan melalui gerakan Betang Tabela Harati di Kalimantan Tengah. Perjalanan dan gerakan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang berlangsung Jumat, 4 September 2026.

Perjalanan Anas dalam dunia literasi telah dimulai sejak 2016 saat memperoleh pengalaman sebagai Surveyor Enumerator Bank Indonesia Kalimantan Tengah. Dari pengalaman tersebut, Anas mulai mengenal lebih dekat kondisi perekonomian sekaligus memahami persoalan masyarakat yang berkaitan dengan ekonomi. Ketertarikannya kemudian berlanjut melalui Kelompok Studi Pasar Modal serta kesempatan mewakili Kalimantan Tengah dalam Kompetisi Yuk Nabung Saham. Ia juga berkesempatan mengikuti kegiatan pasar modal ke SGX di Singapura yang semakin memperluas pemahamannya mengenai dunia keuangan.

Perkembangan teknologi kemudian membuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin mudah, mulai dari perbankan digital hingga investasi. Namun, kemudahan tersebut juga membutuhkan kemampuan masyarakat untuk memahami informasi dan mengambil keputusan secara tepat. Kondisi itu mendorong lahirnya gagasan Betang Tabela Harati yang membawa semangat "Satu Betang, Cerdas Bersama, Bahalap Kehidupan." Gerakan ini menempatkan literasi keuangan sebagai pengetahuan yang perlu dapat dijangkau pelajar, masyarakat umum, pelaku UMKM, komunitas hingga pekerja.

Melalui Betang Tabela Harati, edukasi keuangan dilakukan secara langsung kepada berbagai kelompok masyarakat. Dalam periode 2025–2026, tercatat sebanyak 17 kegiatan edukasi keuangan langsung telah dilaksanakan melalui berbagai pendekatan, seperti Goes To School, bazar UMKM, edukasi bersama Pensil Kita, edukasi bersama ibu-ibu, Sekolah Rakyat hingga edukasi bagi pegawai PT Bank Kalteng. Selain kegiatan tatap muka, gerakan tersebut juga memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi. Melalui TikTok, Instagram, dan X, Betang Tabela Harati telah menghasilkan sebanyak 218 konten untuk memperluas jangkauan literasi keuangan.

Anas mengatakan, berbagai pengalaman yang dilalui menjadi bagian dari proses panjang hingga akhirnya gerakan literasi tersebut mendapatkan pengakuan melalui Financial Literacy Award 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut bukanlah hasil yang muncul secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari proses belajar dan keterlibatan langsung bersama masyarakat. "Setiap pengalaman dapat menjadi bagian dari proses menuju sesuatu yang lebih besar," katanya. Ia menilai penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat Kalimantan Tengah.

Anas menegaskan, perjalanan literasi keuangan tidak berhenti setelah penghargaan diraih karena masih banyak masyarakat dan generasi muda yang membutuhkan edukasi. Betang Tabela Harati diharapkan dapat terus menjadi ruang bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijaksana. "Betang Tabela Harati bukan sekadar program edukasi keuangan, tetapi sebuah gerakan yang membangun masyarakat Kalimantan Tengah agar semakin cerdas, mandiri, dan bijaksana dalam mengambil keputusan keuangan," ujarnya. Melalui semangat "Satu Betang, Cerdas Bersama, Bahalap Kehidupan", gerakan tersebut terus mendorong terwujudnya masyarakat Kalimantan Tengah yang semakin cerdas secara finansial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....