Gubernur Kalteng Terima Penghargaan P4GN oleh Kepala BNN RI

  • 22 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menerima penghargaan dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI atas komitmen serta dukungannya dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kalteng.

Penghargaan serupa juga diserahkan kepada lima bupati, yakni Bupati Barito Selatan, Barito Timur, Katingan, Seruyan, dan Gunung Mas. Pada kesempatan yang sama, BNN RI turut menyerahkan santunan kepada keluarga anggota kepolisian yang gugur saat penggerebekan kasus narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.
Rangkaian penyerahan penghargaan tersebut berlangsung dalam acara Gebyar Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) dan Kuliah Umum Kepala BNN RI di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 20 Agustus 2026. Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa penanganan peredaran gelap narkoba membutuhkan kolaborasi kokoh dari seluruh elemen masyarakat. “Kita harus bersatu menangani narkoba. Generasi muda inilah yang kedepannya memimpin negara ini,” kata Agustiar Sabran dalam sambutannya.
Agustiar menyampaikan bahwa tingginya ancaman penyalahgunaan zat adiktif menuntut perhatian serius dan aksi nyata yang tidak hanya terpaku pada pendekatan hukum semata.
“Semangat perjuangan melawan narkoba bukan lagi sekadar penegakan hukum semata, melainkan sebuah perang untuk kemanusiaan, untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi mendatang,” katanya. Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan kuliah umum di hadapan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, jajaran bupati, serta unsur Forkopimda Kalteng.
Komjen Pol Suyudi mengingatkan pentingnya menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) dari ancaman narkotika sebagai syarat mutlak kemajuan bangsa.
“Pembangunan SDM adalah pondasi utama kemajuan bangsa yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas sepenuhnya bebas narkoba,” ucap Suyudi.
Ia menekankan agar generasi muda terus membentengi diri karena bahaya zat adiktif dapat menyasar siapa saja tanpa memandang latar belakang.
“Narkoba tidak kenal suku, agama, ras, jabatan, pangkat,” ujarnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....