Kelalaian Jadi Salah Satu Faktor Penyebab Karhutla di Kalteng

  • 12 Agt 2026 19:47 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Risiko bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah semakin meningkat selama musim kemarau. Terlebih, aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar yang masih ditemukan turut meningkatkan potensi terjadinya karhutla.

Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Kota Palangka Raya, Alfi Isnawaty, mengatakan karhutla tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca dan pembukaan lahan, tetapi juga dapat terjadi akibat kelalaian masyarakat. Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk memastikan api benar-benar padam setelah digunakan.

"Begitu juga pada waktu seseorang habis ngerokok nih ya, kan sudah berusaha dimatikan rokoknya. Sudah dimatikan kemudian dibuang. Tapi tiba-tiba pas kena angin atau apa, bisa nyala. Kadang-kadang itu yang kita enggak bisa prediksi begitu," katanya, saat mengisi program Green Radio di Pro 1 RRI Palangka Raya, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Koordinator Manajemen Kebakaran Terpadu Borneo Nature Foundation, Astria Yayanty, mengatakan kebakaran yang terjadi di lahan gambut membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan secara optimal. Untuk mengantisipasi lahan gambut kembali terbakar akibat bara pada lapisan bawah yang masih panas, pihaknya menggunakan metode suntik gambut dan sabun untuk menekan risiko kebakaran.

"Jadi yang sekarang kita masih gunakan itu suntik gambut juga. Dan sabun dhamma. Karena kemarin masih terbatas, jadi kita sudah gunakan juga di tahun 2012 dan cukup efektif untuk pemadaman di area gambut karena dia mengunci oksigen di bawah dan air cepat turun," katanya.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan menjaga area gambut yang belum terbakar agar tidak ikut terdampak api. Air dari sumur bor yang telah tersedia digunakan untuk membasahi lahan hingga gambut menjadi jenuh air dan mengurangi potensi munculnya kembali api dari lapisan bawah.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat menjadi penting dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....