Orangutan Kalimantan Terancam Punah

  • 16 Jun 2023 20:24 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangkaraya : Orangutan Kalimantan ( Pongo Pygmaeus ) merupakan satwa endemik yang hidup di daerah hutan hujan tropis di pulau Kalimantan yang populasinya paling sedikit dan mengalami ancaman kepunahan.

Disekitar habitatnya, primata ini banyak diburu karena dianggap hama dan diperjualbelikan secara illegal. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk melindungi spesies ini?

Populasi orangutan semakin mengalami penurunan karena rusaknya habitat, akibat pembalakan hutan, kebakaran hutan dan lahan akibat fenomena iklim seperti badau El Nino dan musim kering berkepanjangan serta menciutnya luas hutan di konservasi untuk pertanian, perkebunan hingga permukiman.

Memberikan perlindungan dan pelestarian terhadap orangutan bukan perkara mudah. Perlindungan terbaik bagi orangutan adalah melindungi habitatnya.

Sebagai upaya penyelamatan populasi orangutan, pemerintah bersama Yayasan Borneo Orangutan Survival kembali melepasliarkan 10 orangutan ke habitat barunya di Taman Nasional Bukit Baka – Bukit Raya Kalimantan Tengah. Sebelum dilepasliarkan, orangutan itu telah melewati proses rehabilitasi dan reintroduksi selama bertahun-tahun.

Sepuluh orangutan itu terdiri dari dua orangutan jantan dan delapan orangutan betina. Mereka dikirim ke Taman Nasional Bukit Baka – Bukit Raya (TNBBBR) wilayah kerja Resor Tumbang Hiran, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kasongan.

Dengan pelepasliaran 10 orangutan ini, setidaknya 199 orangutan yang sudah dilepasliarkan di TNBBBR sejak 2016 lalu, Yayasan BOS bersama Pemerintah telah 27 kali melakukan pelepasliaran kelokasi TNBBBR dan dengan lokasi lain, Yayasan BOS telah melepasliarkan 515 orangutan ke habibat aslinya di Kalteng dan Kaltim dengan rincian 389 orangutan dilepasliarkan di Kalteng dan 126 di Kaltim.

Pada kenyataannya, 70 persen lebih orangutan hidup diluar kawasan konservasi. Untuk itu Yayasan BOS bekerjasama dengan pihak swasta supaya tahu apa yang harus dilakukan kalau ada orangutan.

Konflik perusahaan dengan satwa liar bisa berkurang jika pemahaman terhadap perlindungan satwa dan habitatnya dimiliki perusahaan.

Semoga habitat orangutan Kalimantan tetap terjaga dan menjadi rumah yang nyaman bagi orangutan. (DWI KORIANINGSIH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....