Aliansi GPG Melakukan Aksi Demonstrasi di Depan Kantor PLN Palangka Raya
- 29 Jul 2026 03:45 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) Kalimantan Tengah, di komandani Joseph, melakukan aksi demonstrasi damai di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Mereka membawa baliho untuk menyuarakan keresahan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir dengan estimasi yang cukup lama.
Demonstrasi dilakukan untuk melakukan protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang berkepanjangan di Kota Palangka Raya. Aksi diwarnai kekecewaan massa karena General Manager (GM) PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) tidak hadir untuk berdialog langsung langsung dengan para demonstran, sehingga massa melakukan penutupan sementara aktivitas kantor sebagai bentuk protes.
Koordinator lapangan Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap, Joseph, dalam orasinya mengatakan kerugian akibat pemadaman listrik bergilir ini berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat khususnya bagi pelaku UMKM. Pelaku usaha menengah ke bawah hingga peternak di Kota Palangka Raya mengalami rugi karena banyak hewan ternak seperti ayam yang mati.
Dijelaskan pula bahwa masyarakat datang dengan harapan memperoleh solusi konkret terkait pemadaman listrik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. “Kondisi ini telah merugikan masyarakat tidak hanya di Palangka Raya, tetapi juga di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,”katanya, Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam aksi tersebut, Aliansi GPG membawa sejumlah tuntutan, di antaranya meminta kepastian penghentian pemadaman listrik bergilir, mendesak pencopotan General Manager PLN Wilayah Kalselteng dan Manajer PLN UP3 Palangka Raya, serta menuntut adanya ganti rugi atas kerugian materiil yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.
Terkait penutupan sementara kantor PLN dan pemasangan spanduk berisi tulisan protes di gerbang kantor, tindakan tersebut bukanlah penyegelan, melainkan bentuk ekspresi kekecewaan karena belum adanya kepastian penyelesaian persoalan. Mewakili GM PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Manejer PLN UP3 Palangka Raya, Purwanto, membacakan beberapa poin penting yang disampaikan GM kepada para demonstran.
“PLN saat ini masih berupaya melakukan perbaikan di Gardu PLN Kalselteng di Asam-Asam,” ujarnya.
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap memastikan aksi akan kembali digelar pada Rabu 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB dengan jumlah massa yang lebih besar. Pihak aliansi mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian aksi yang akan dilakukan dan menegaskan demonstrasi akan terus dilakukan hingga ada dialog langsung dengan GM PLN serta kepastian penyelesaian atas tuntutan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir ini.
Pantuan RRI hingga aksi berakhir, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah maupun PLN UP3 Palangka Raya terkait tuntutan yang disampaikan massa demonstran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....