BPK Kalteng Ajak Generasi Muda Kalteng 'Kawal' Cagar Budaya Daerah

  • 26 Jul 2026 20:50 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kalimantan Tengah punya cara seru untuk mengenalkan warisan sejarah ke generasi muda. Lewat agenda Heritage Fun Walk Palangka Raya 2026, sebanyak 200 peserta diajak menyusuri cagar budaya Kota Cantik sambil belajar, pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Sebanyak 200 peserta gabungan dari dari masyarakat umum hingga komunitas literasi dan komunitas budaya lokal sudah berkumpul sejak pukul 06.00 WIB. Rute jelajah sejarah ini dimulai dari titik start Pesanggrahan Tjilik Riwut, melintasi Tugu Tiang Pancang Pendirian Kota Palangka Raya dan Gereja Katedral, lalu berakhir di Museum Balanga.

Kepala BPK Kalimantan Tengah, Iwan Setiawan Bimas, menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas interaktif agar pengenalan sejarah terasa menyenangkan dan relevan bagi generasi muda.

"Heritage Fun Walk ini bukan sekadar kegiatan olahraga jalan sehat biasa. Sesuai judulnya kami ingin mengenalkan warisan (heritage) baik itu warisan budaya berwujud (benda) dan budaya takbenda (bukan benda), kami lakukan dengan kunjungan dari satu tempat ke tempat lain," ucap Iwan kepada RRI Palangka Raya.

Sepanjang perjalanan, peserta disuguhkan berbagai kegiatan seru mulai dari pemindaian QR code informasi sejarah, kuis interaktif, games edukatif, hingga pertunjukan seni budaya.

"Nah, di lokasi terakhir kami tambilkan heritage yang nonbenda seperti tarian budaya sampai bazaar kuliner lokal," Iwan menambahkan.

Tak hanya mengadakan acara, Iwan menegaskan komitmen BPK Kalteng dalam mendukung gerakan kebudayaan di tengah masyarakat melalui program pendanaan khusus. Komunitas dan sanggar budaya di daerah dapat mengajukan usulan melalui rekomendasi dari BPK setempat.

"Ini bisa dipakai atau digunakan oleh masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif, sebagai dukungan kami untuk aktivitas kebudayaan," tegasnya mengenai program Daya IndonesiaRaya.

Ia berharap makin banyak ruang pementasan budaya yang lahir di tengah masyarakat. "Maka secara otomatis, kebudayaan di kalimantan tengah lestari," ujar Iwan.

(Foto: Dok. Komunitas Kampung Dongeng Palangka Raya)

Inisiatif edukasi lapangan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh peserta. Salah seorang peserta jalan santai, Khoirotul Laila, mengaku bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan ini.

Laila hadir bukan hanya sebagai peserta, namun turut tampil sebagai representasi komunitas literasi membacakan kisah Panglima Batur, pejuang asal suku Dayak Bakumpai yang setia mendampingi Sultan Muhammad Seman melawan penjajah Belanda.

"Kegiatan ini seru sekali karena kita tidak hanya jalan sehat, tapi juga jadi lebih tahu latar belakang sejarah bangunan cagar budaya yang sering kita lewati sehari-hari di Palangka Raya. Harapannya acara edukatif seperti ini bisa terus rutin dilaksanakan BPK Kalteng," ujar Khoirotul Laila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....