Modifikasi Cuaca, Strategi BMKG Kurangi Potensi Titik Api Karhutla Kalteng
- 26 Jun 2026 09:09 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menjelang musim kemarau dan meningkatnya potensi kekeringan, BMKG Kota Palangka Raya melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dinilai penting karena sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah memiliki lahan gambut yang rentan terbakar saat kondisi cuaca kering.
Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton Budiyono, mengatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan menabur garam atau bahan higroskopis ke awan. Tujuannya untuk meningkatkan penyimpanan air di atmosfer sehingga curah hujan dapat dimaksimalkan sebelum pertumbuhan awan semakin berkurang.
"Tujuan awalnya adalah sebenarnya untuk untuk menabung air yang turun. Jadi memang detik sebelum potensi pertumbuhan awan itu benar-benar tidak ada, kita upayakan sebelum kejadian ini kekeringan atau meledaknya jumlah hot spot," katanya, saat mengisi program Dialog Kentongan di Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 23 Juni 2026.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Indra Wiratama, mengatakan pihaknya juga melakukan berbagai upaya pembasahan lahan melalui pemanfaatan sumur bor. Selain itu, operasi modifikasi cuaca tetap dijalankan sebagai bagian dari strategi untuk menekan jumlah titik api di wilayah yang berpotensi mengalami karhutla.
"Salah satunya juga mengenai operasi modifikasi cuaca. Sama seperti Pak Anton juga kami belum membandingkan bagaimana, tapi saya yakin pasti itu menurunkan tingkat titik hot spot yang ada," katanya.
Menurut Indra, upaya pembasahan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan. Masyarakat di daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tinggi maupun sedang juga didorong untuk berperan aktif menjaga kelembapan lahan.
Sinergi antara modifikasi cuaca dan pembasahan lahan diharapkan mampu mengurangi dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Dengan langkah pencegahan yang dilakukan lebih awal, risiko munculnya titik api dan kebakaran hutan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....