Lima Orangutan dari Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng Dilepasliarkan ke Hutan
- 22 Jun 2026 20:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Upaya pelestarian satwa langka terus dilakukan melalui pelepasliaran lima orangutan dari pusat rehabilitasi ke habitat alaminya di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat fungsi kawasan konservasi sebagai habitat satwa liar yang dilindungi.
Direktur Konservasi Kawasan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Sapto Aji Prabowo, mengatakan pelepasliaran orangutan memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan ekosistem dan penguatan fungsi kawasan konservasi.
"Pelepasliaran orangutan ini ke Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya adalah bagian penting untuk pemulihan ekosistem secara keseluruhan dan penguatan fungsi kawasan konservasi," katanya seperti dikutip dari rilis yang diterima RRI, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Sapto, keberhasilan program ini diharapkan dapat mengembalikan populasi orangutan yang terancam punah ke habitat alaminya. Ia juga menegaskan bahwa pelestarian orangutan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga konservasi, mitra, dan masyarakat.
Lima orangutan yang dilepasliarkan yakni Himba, Lika, Farida, Ned, dan Semeru. Seluruhnya telah menjalani proses rehabilitasi dalam waktu yang cukup panjang sebelum dinyatakan siap kembali hidup di alam liar.
CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite, mengatakan setiap orangutan yang kembali ke hutan membawa kisah perjuangan panjang selama menjalani proses rehabilitasi hingga akhirnya siap dilepasliarkan.
"Himba, Lika, Farida, Ned, dan Semeru sudah melalui proses rehabilitasi yang cukup panjang dan siap untuk kembali ke hutan sebagai orangutan liar," ucapnya.
Jamartin menambahkan, pelepasliaran bukan sekadar akhir dari proses rehabilitasi, melainkan awal kehidupan baru bagi orangutan di habitat alaminya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kesabaran, ilmu pengetahuan, serta kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak masih memberikan harapan bagi masa depan orangutan dan kelestarian hutan Indonesia.
Pasca pelepasliaran, pemantauan akan terus dilakukan guna memastikan kondisi satwa di habitat barunya sekaligus mendukung keberhasilan pemulihan ekosistem di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....