BMKG Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng

  • 22 Jun 2026 00:03 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah seiring meningkatnya suhu udara dan memasuki musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat kondisi cuaca panas dan curah hujan menurun.

Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiyono, mengatakan melalui OMC, BMKG berupaya memanfaatkan potensi awan yang masih tersedia di wilayah Kalimantan Tengah untuk disemai agar menghasilkan hujan. Curah hujan yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan kadar air di kawasan gambut sehingga tetap basah dan tidak mudah terbakar saat puncak musim kemarau tiba.

"Potensi awan yang muncul akan dimanfaatkan secara maksimal untuk proses penyemaian. Hujan yang turun nantinya diharapkan dapat tertampung di daerah-daerah gambut sehingga kelembapan tanah tetap terjaga dan risiko munculnya titik api dapat ditekan semaksimal mungkin," ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Sugiyono, menjaga tingkat kebasahan lahan gambut menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan karhutla. Dengan kondisi gambut yang tetap lembap, potensi terjadinya kebakaran diharapkan sangat minim meskipun cuaca panas dan kering terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satrio Budi, mengatakan saat ini daerahnya telah berada dalam status siaga maupun tanggap darurat bencana karhutla. Berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat, disebut selalu siap untuk melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Namun demikian, Hendrikus mengakui masih terdapat kendala pada ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Kondisi efisiensi anggaran menyebabkan BPBD Kota Palangka Raya pada tahun 2026 belum dapat melakukan pengadaan tambahan peralatan seperti mesin pompa, selang pemadam, maupun alat pelindung diri (APD).

"Meski demikian, kesiapsiagaan personel tetap terus ditingkatkan guna menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau berlangsung, " ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....