BPBD Kalteng Usulkan Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca
- 19 Jun 2026 23:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Alpius Patanan, menyatakan bahwa pihaknya mengusulkan perpanjangan pelaksanaan modifikasi cuaca. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya dalam waktu dekat.
Menurut Alpius, prediksi munculnya fenomena El Niño pada Juli mendatang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Karena itu, berbagai langkah pencegahan perlu diperkuat sejak dini.
BPBD Provinsi Kalimantan Tengah mengusulkan perpanjangan operasi modifikasi cuaca selama dua hari kepada BNPB. Usulan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan agar kegiatan dapat kembali dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Usulan perpanjangan diajukan karena pelaksanaan modifikasi cuaca sebelumnya dinilai berhasil dan efektif. Kegiatan tersebut terutama memberikan dampak positif di daerah-daerah yang tergolong rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi potensi karhutla selama musim kemarau," ujarnya, Jum'at, 19 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala BMKG Palangka Raya, Sugiyono, membenarkan bahwa kegiatan modifikasi cuaca telah dilaksanakan melalui kerja sama antara BPBD Kalimantan Tengah dengan sejumlah instansi terkait. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Namun demikian, Sugiyono menegaskan bahwa hujan dengan intensitas lebat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Kota Palangka Raya bukan merupakan dampak dari operasi modifikasi cuaca. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat faktor-faktor meteorologis yang berkembang secara alami di wilayah Kalimantan Tengah.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, terbentuknya awan hujan dan meningkatnya curah hujan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Karena itu, hujan lebat yang mengguyur Palangka Raya belakangan ini merupakan fenomena alam yang terjadi secara alami dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan modifikasi cuaca.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....