Polisi Siapkan Wadah Kurangi Balap Liar Remaja Palangka Raya

  • 15 Jun 2026 10:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Aksi balap liar yang dilakukan anak remaja di Kota Palangka Raya masih menjadi perhatian masyarakat. Tak hanya di satu lokasi, aksi balap liar ini kerap berpindah-pindah tempat sebagai salah satu cara untuk menghindari razia dan pengawasan petugas kepolisian.

Kasat Lantas Polresta Palangka Raya, Kompol Hermanto, mengatakan selain patroli gabungan yang rutin dilakukan, pihaknya juga mencoba mengatasi persoalan tersebut melalui pendekatan yang lebih humanis. Salah satunya dengan mendorong adanya ruang khusus agar hobi balap motor yang dimiliki anak muda dapat tersalurkan secara aman dan terarah.

"Terus kami komunikasi dengan ini pun akhirnya muncul ide gimana kalau kita siapkan dalam satu minggu itu sekali weekend race. Nah, itu nanti kita akan bahas setelah kegiatan Kejurnas yang di prakarsai Bapak Kapolda. Di situ yang menjadi panitia dan ini pun menampung anak-anak yang memang hobi balapan liar," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka, Kamis, 11 Juni 2026.

Lebih lanjut, Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan wacana tersebut merupakan langkah yang sangat baik untuk mengurangi aktivitas balap liar yang sering membahayakan pengguna jalan. Menurutnya, keberadaan ruang khusus dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk mengembangkan bakat dan keterampilan di lingkungan yang lebih aman dan terkontrol.

"Nah, bagaimana supaya balap liar ini sudah artinya bisa terkurangi gitu. Kita tidak menghilangkan, tapi kita mengurangi risiko di jalanan, ya. Itu tadi coba saran ke pemerintah daerah memfasilitasi mereka, entah untuk ada event kan ada sirkuit, bagaimana sirkuit itu bisa digunakan mereka gitu," katanya.

Selama ini, kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk menekan balap liar, mulai dari penjagaan di titik-titik rawan hingga patroli gabungan bersama sejumlah satuan terkait. Namun, para pelaku sering berpindah lokasi sehingga diperlukan solusi yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pembinaan.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan organisasi otomotif, diharapkan tersedia wadah yang dapat menampung minat para remaja terhadap dunia balap. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya sekaligus membuka peluang lahirnya pembalap-pembalap muda berprestasi dari Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....