Desainer Muda Palangka Raya Suarakan Kesetaraan Gender melalui Karya Busana

  • 21 Mei 2026 21:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Desainer muda asal Palangka Raya, Mei Yin, konsisten menunjukkan eksistensinya di dunia mode dengan menghadirkan karya-karya yang mengangkat perspektif perempuan dan isu kesetaraan gender. Melalui label busananya, Meiyin Costura, ia aktif mengampanyekan konsep fashion unisex atau genderless sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan dalam berekspresi.

“Fashion itu sebenarnya genderless (tanpa sekat jender). Baik wanita maupun pria bisa berekspresi melalui pakaian. Saya ingin siapa pun bisa menunjukkan dirinya lewat fashion tanpa harus dibatasi oleh jender,” ujar Mei Yin saat diwawancarai di Butik Meiyin Costura, Palangka Raya, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Mei Yin, pengalaman pribadinya sebagai seorang perempuan sangat memengaruhi karakter dan pesan dalam setiap desain yang ia ciptakan. Ia ingin setiap perempuan yang mengenakan karyanya dapat merasa percaya diri dan mampu mengekspresikan diri secara bebas. Dalam proses kreatifnya, ia juga menyebut Raden Ajeng Kartini sebagai sosok inspirator yang memengaruhi pandangannya tentang emansipasi dan kesetaraan.

Perjalanan Mei Yin di dunia mode sendiri telah dimulai sejak kecil melalui ketertarikannya pada dunia seni rupa dan estetika. Hobi menggambar dan mendesain tersebut kemudian ia tekuni secara formal melalui pendidikan di bidang busana, hingga akhirnya membawanya terjun ke industri mode secara profesional.

"Dari kecil memang hobi sekali menggambar atau mendesain. Mulai sekolah busana, itu yang membuat desain menjadi hal yang nyata. Dari situ saya jadi semakin yakin untuk masuk ke dunia desain," katanya.

Meski kini karyanya mulai dikenal, Mei Yin mengaku sempat menghadapi tantangan besar saat awal merintis Meiyin Costura. Sebagai desainer muda, ia kerap diremehkan karena faktor usia dan minimnya pengalaman. Namun, tantangan tersebut justru memacunya untuk membangun rasa percaya diri agar mampu bertahan dan berkembang di industri kreatif.

Saat ini, Mei Yin menilai industri kreatif di Palangka Raya sudah memberikan ruang yang cukup terbuka bagi generasi muda, terutama perempuan, untuk berkarya. Kehadiran media sosial seperti Instagram dan TikTok juga dinilai sangat membantu para desainer lokal dalam memperkenalkan hasil rancangan mereka ke ranah yang lebih luas.

Sebagai penutup, Mei Yin berharap perempuan muda, khususnya di Palangka Raya, tidak takut untuk memulai dan menunjukkan karya mereka kepada publik. Mei Yin juga berpesan agar perempuan berani berkarya, mengekspresikan kreativitas dan membangun kepercayaan diri meski masih dalam tahap belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....