Sinergi Bersama Wujudkan Pengasuhan Anak Berbasis Hak di Kalteng

  • 08 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Satgas PPA Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya pola asuh berbasis hak anak di era digital saat ini. Hal tersebut disampaikan dalam program Zona Edukasi Pro 1 RRI Palangka Raya, pada Kamis 7 Mei 2026. sebagai respons atas tantangan tumbuh kembang anak yang semakin kompleks.

Dalam diskusi tersebut, Rosmawiah dari LPA Kalteng menyoroti pergeseran perilaku anak yang kini lebih banyak berinteraksi dengan gawai daripada bermain di alam terbuka.

Perubahan gaya hidup ini menuntut orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan pendampingan serta membatasi durasi penggunaan teknologi agar anak tetap memiliki empati terhadap lingkungan sekitar.

Selain tantangan digital, Widiya Kumala dari Satgas PPA Kalteng menegaskan bahwa rumah adalah madrasah utama dalam pembentukan karakter anak. Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar menerapkan pola asuh yang justru menghambat kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah atau problem solving akibat terlalu mengekang atau memanjakan secara berlebihan.

Diskusi juga mengulas pentingnya pemahaman orang tua terhadap 31 hak anak, yang secara praktis mencakup hak hidup, berkembang, perlindungan, dan partisipasi. Orang tua diingatkan untuk menghindari tindakan kekerasan verbal seperti membentak atau mempermalukan anak di depan umum, karena hal tersebut dapat merusak mental serta adab anak sejak dini.

Dalam mengatasi perilaku anak yang memberontak atau emosi yang meledak, para narasumber menyarankan pendekatan komunikasi dari hati ke hati. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik dan melibatkan anak dalam diskusi, alih-alih langsung memberikan hukuman fisik yang tidak edukatif.

Menjadi orang tua hebat, bukanlah tentang menjadi sempurna, melainkan mau terus belajar, memahami perkembangan zaman, serta hadir secara emosional untuk anak. Kasih sayang yang sehat harus disertai dengan perlindungan dan pengawasan yang konsisten agar anak tumbuh menjadi generasi yang kuat.

Sebagai penutup, Rosmawiah menjelaskan bahwa orang tua hebat itu bukan hanya mendidik tapi juga melindungi. Kemudian pengasuhan berbasis hak anak adalah investasi masa depan bangsa.

Sejalan dengan itu, Widiya Kumala juga menyampaikan bahwa orang tua hebat itu bukan orang tua yang sempurna, tapi orang tua yang mau belajar, memahami dan hadir untuk anak.

"Anak membutuhkan kasih sayang yang lebih banyak daripada kemarahan. Anak membutuhkan pelukan lebih banyak daripada hukuman, edukasi ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh orang tua di Kalimantan Tengah untuk mewujudkan keluarga ramah anak," kata Widiya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....