Kelangkaan BBM di Palangka Raya Mulai Berdampak pada Sektor Industri

  • 07 Mei 2026 21:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Sulitnya mendapat bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya mulai berdampak terhadap sektor industri dan sarana transportasi. Kondisi tersebut memicu berbagai keluhan masyarakat akibat antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Perindustrian DPKUKMP Palangka Raya, Joko Santoso, mengatakan antrean panjang BBM memicu kepanikan masyarakat karena dikhawatirkan dapat berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap aktivitas usaha, distribusi barang, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.

Ia menyebutkan, Fairid Naparin telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mengendalikan distribusi BBM, salah satunya melalui pembatasan pembelian BBM bagi masyarakat maupun pelaku usaha. “Pemerintah juga tengah menyiapkan akses khusus bagi pelaku industri agar kebutuhan BBM untuk kegiatan usaha tetap terpenuhi,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Namun demikian, pembelian BBM untuk kebutuhan industri nantinya akan disesuaikan dengan harga industri yang berlaku sehingga distribusi dapat lebih tepat sasaran dan tidak mengganggu kebutuhan masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagperin Kalimantan Tengah, Maskur, menjelaskan keterlambatan distribusi BBM dipengaruhi faktor jarak pengiriman.

“Stok di wilayah Pulang Pisau kosong, pasokan harus diambil dari Banjarmasin sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama. Namun sejak beberapa hari terakhir distribusi Pertamax sudah kembali dipasok dari Pulang Pisau,” katanya.

Pemerintah daerah berharap distribusi BBM dapat kembali normal dalam waktu dekat sehingga aktivitas masyarakat dan sektor usaha di Kota Palangka Raya dapat berjalan lancar tanpa hambatan akibat keterbatasan pasokan bahan bakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....