Propam Polda Kalteng Kawal Ketat Seleksi Polri 2026, Sediakan Jalur Aduan Berbasis

  • 27 Apr 2026 17:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di balik setiap ruang ujian seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Kalimantan Tengah, ada sepasang mata yang terus mengawasi. Bukan sekadar formalitas, pengawasan ini dilakukan berlapis, dari petugas berseragam hingga personel yang berbaur tanpa dikenali peserta.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Tengah memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

"Kami dari Propam bersama pengawas internal dan eksternal terus melakukan pemantauan agar seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai SOP yang berlaku," kata Kepala Bidang Propam Polda Kalteng, Kombes Pol Rudi Asriman, Senin, 27 April 2026.

Senin ini, giliran calon Bintara Polri yang menjalani tes psikologi. Pengawasan tidak menunggu tes dimulai, Propam sudah bergerak sejak sebelum pintu ruang ujian dibuka.

Peserta diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam ruangan. Mereka juga diingatkan untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama ujian berlangsung.

"Kami melakukan pemeriksaan terhadap peserta dan mengingatkan agar mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan," kata Kombes Pol Rudi.

Pengawasan yang sama juga berlaku untuk jalur seleksi lainnya, baik Akpol, Bintara, maupun Tamtama yang saat ini tengah berjalan bersamaan.

Yang membuat pengawasan kali ini berbeda adalah pengerahan personel secara terbuka sekaligus tertutup. Paminal dan Provost diturunkan langsung dan melekat di tiap ruang ujian, sebagian terlihat, sebagian tidak.

Tak hanya mengawasi peserta, Propam juga ikut memeriksa kesiapan sarana dan prasarana serta peralatan yang disiapkan panitia. Langkah ini untuk menutup celah sekecil apapun yang berpotensi mengganggu integritas seleksi.

"Kami melekat dalam setiap tahapan, termasuk pengecekan peralatan, untuk menjamin pelaksanaan berjalan sesuai aturan," ucapnya.

Propam juga menyiapkan satu terobosan yang memudahkan peserta untuk bersuara: sistem pengaduan Dumas Presisi berbasis QR Code. Cukup pindai barcode yang tersedia, peserta dapat langsung melaporkan indikasi kecurangan yang mereka temukan selama proses seleksi.

"Kami sudah menyiapkan barcode pengaduan, sehingga jika ada indikasi pelanggaran bisa langsung dilaporkan dan akan kami tindak lanjuti," ujar Kombes Pol Rudi.

Hasilnya, hingga hari ini belum satu pun laporan kecurangan masuk, baik dari peserta maupun masyarakat umum.

"Kami pastikan sampai hari ini belum ada pengaduan, dan seluruh proses berjalan dengan baik," katanya.

Seleksi penerimaan anggota Polri 2026 di Kalimantan Tengah terus bergulir di bawah pengawasan ketat. Propam memastikan tidak ada ruang bagi praktik kotor yang mencederai kepercayaan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....