Gubernur Kalteng Beri Hadiah Rp 7,5 Juta bagi Pelapor Penimbunan BBM

  • 19 Apr 2026 22:21 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dengan menawarkan hadiah sebesar Rp7,5 juta bagi siapa saja yang mampu membuktikan adanya pelanggaran tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan awak media di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Jumat, 17 April 2026.

Ia menekankan bahwa laporan harus disertai bukti kuat, bukan sekadar dugaan. Kebijakan ini muncul di tengah keluhan masyarakat terkait antrean panjang truk di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya dalam sepekan terakhir.

Antrean tersebut dipicu oleh keterbatasan pasokan BBM jenis Dexlite, bahkan sejumlah SPBU diketahui memasang pemberitahuan bahwa stok masih dalam proses pengiriman. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan distribusi BBM yang tidak merata.

Gubernur menegaskan, pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas jika terbukti terjadi penimbunan. Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan dugaan pelanggaran kepada instansi terkait maupun pihak Pertamina.

Selain itu, koordinasi telah dilakukan dengan aparat keamanan guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan di berbagai wilayah. ”Kami telah memanggil Pertamina untuk mengatur distribusi stok BBM secara merata hingga ke daerah terpencil di Kalimantan Tengah. Juga memberikan ultimatum tegas kepada pihak terkait agar memastikan ketersediaan BBM, dengan ancaman rekomendasi pencopotan jabatan jika tidak mampu menjalankan tugas di tengah dinamika ekonomi global, kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ucapnya, Jumat 17 April 2026.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah, Sutoyo, menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalteng dalam kondisi aman dan tidak mengalami kekurangan. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, menyikapi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa waktu terakhir.

”Adanya antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan adanya perubahan pola konsumsi di masyarakat dan sektor industri. Untuk kenaikan harga solar industri turut memengaruhi peralihan penggunaan BBM ke jenis tertentu yang lebih terjangkau, sehingga memicu peningkatan permintaan di SPBU,” ujarnya.

Sutoyo menambahkan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar dan merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, serta tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar stabilitas pasokan dapat terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....