Pemko Palangka Raya Intensifkan Sidak untuk Kendalikan Inflasi Bahan Pokok
- 18 Apr 2026 14:47 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar guna memantau pergerakan harga bahan pokok yang berpotensi memicu inflasi. Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pemantauan harga dilakukan secara rutin, terutama pada momen hari besar keagamaan yang kerap memicu fluktuasi harga di pasaran.
Menurutnya, komoditas strategis seperti beras, daging, telur, minyak goreng, dan gula menjadi fokus utama pengawasan. Dari hasil pemantauan sementara, terdapat potensi kenaikan harga pada beberapa bahan pokok, meskipun kondisi masih terkendali.
“Pengawasan akan terus ditingkatkan agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi penimbunan barang oleh pihak tertentu. Kami juga berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha untuk memastikan stok tetap aman,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan, kebijakan subsidi yang diberikan menjelang Hari Raya Idulfitri terbukti cukup efektif menekan harga, khususnya pada komoditas ayam ras. Hal ini menjadi indikator bahwa intervensi pemerintah mampu menjaga stabilitas pasar saat permintaan meningkat.
Ke depan, Pemko Palangka Raya berkomitmen mengoptimalkan berbagai langkah pengendalian inflasi, termasuk operasi pasar dan subsidi terarah jika diperlukan. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga tetap terjaga.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menilai kondisi harga saat ini masih relatif tinggi dan didominasi oleh kelompok bahan makanan. Ia juga menyoroti faktor kelangkaan, termasuk bahan bakar minyak (BBM), yang turut memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.
“Kami mendorong pemerintah untuk memperkuat langkah pengendalian, seperti operasi pasar, pasar murah, dan pasar penyeimbang agar harga tetap stabil,” katanya.
Pemko Palangka Raya menegaskan akan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi sepanjang 2026 melalui pengawasan harga, operasi pasar murah, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak. Selain itu, dukungan terhadap sektor pangan lokal juga dioptimalkan sebagai langkah jangka panjang guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap laju inflasi dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....